PanduanIM

  • Blog
  • Panduan
  • Kontak
  • Daftar

Search Results for: belajar seo

Cara Memasang Google Analytics dan Google Search Console di WordPress

oleh Darmawan Follow Like

Saya sering dengar kalimat ini:

Anda tidak akan bisa melakukan peningkatan performa terhadap apa yang tidak anda ukur.

Misalnya kalau anda seorang atlet lomba lari. Supaya kecepatan lari anda semakin bagus, maka anda harus tahu seberapa kecepatan anda sekarang.

Kalau tidak, maka kita tidak tahu apakah sudah bagus atau belum…

…hanya mengandalkan feeling.

Dalam pengembangan website juga sama.

Anda tidak akan tahu bagaimana cara yang efektif untuk mendapatkan pengunjung dan membuat mereka puas kalau anda tidak tahu seperti apa kondisi anda sekarang.

Masuk akal?

Maka dari itulah pengukuran terhadap performa website itu penting.

Salah satu alat bantu yang bisa kita gunakan yaitu Google Analytics.

Dalam panduan ini, anda akan belajar bagaimana cara memasang Google Analytics dan Google Search Console ke website anda.

Proses Install Google Analytics

Silahkan lihat video ini:

Atau kalau anda tidak suka menonton video, silahkan ikuti panduan berikut ini:

Langkah 1: Install plugin bernama Google Analytics by Yoast

Kalau anda belum tahu cara instalasi plugin, lihat panduan ini.

Plugin ini sebetulnya tidak wajib diinstall. Kita masih bisa memasang Google Analytics tanpa plugin ini.

Tapi supaya mudah, kita pakai plugin ini saja.

Langkah 2: Integrasi WordPress dengan Google Analytics

Setelah instalasi plugin, buka menu Analytics > Dashboard.

Klik link “authenticate your Google Analytics profile here” yang ada di halaman tersebut.

Otentikasi Google Analytics

Lalu klik tombol “Authenticate with your Google Account”.

Akan muncul jendela baru.

Ijinkan akses ke akun Google

Di dalam jendela ini, anda akan diminta untuk memberi ijin plugin Yoast tersebut ke dalam akun Google Analytics anda.

Ikuti tahapannya.

Setelah itu, anda akan diberikan sebuah kode.

Copy kode ini, lalu tutup jendelanya.

Di halaman WordPress anda, akan ada suatu kolom untuk menaruh kode yang barusan anda copy. Paste kode tersebut di sini.

Masukkan kode otentikasi

Setelah itu klik “Save authentication code”.

Langkah 3: Daftar di Google Analytics

Masuk ke link ini: Google Analytics.

Klik Sign in di kanan atas.

Setelah itu anda akan diminta mendaftar dan memasukkan informasi website. Lengkapi informasinya.

Informasi website di Analytics

Setelah lengkap, klik tombol “Get Tracking ID”.

Kembali lagi ke halaman WordPress anda, di Analytics > Dashboard. Reload halaman ini.

Setelah itu anda akan melihat menu “Analytics profile”.

Pilih analytics profile

Pilih yang barusan anda buat.

Simpan, klik Save changes.

Selesai.

Verifikasi Google Search Console

Silahkan lihat video ini:

Atau kalau anda tidak suka menonton video, silahkan ikuti panduan berikut ini:

Untuk memverifikasi Search Console dengan cara yang akan dijelaskan di bawah ini, anda harus sudah memasang Google Analytics sesuai cara di atas.

Kemudian buka link ini: Google Search Console.

Di halaman ini ada sebuah kolom tempat memasukkan alamat website. Masukkan alamat website anda.

Masukkan alamat website ke search console

Setelah itu klik Add Property.

Di halaman selanjutnya, klik Verify.

Selesai.

2 Cara untuk Mengganti Theme WordPress dan 6 Tips Memilih Theme yang Baik

oleh Darmawan Follow Like

Salah satu alasan orang-orang memilih WordPress yaitu karena banyaknya pilihan theme yang bisa langsung dipakai.

Di direktori resminya ada 2.000 theme gratis.

Itu belum termasuk di direktori theme tidak resmi yang berbayar seperti ThemeForest, misalnya. Kalau ditotalkan mungkin ada lebih dari 5.000.

Bukan hanya itu…

…kalau anda masih tidak puas dengan sedemikian banyaknya, anda juga bisa mengubah sendiri theme-theme tersebut.

Sampai puas…sampai sesuai selera.

Dalam bab ini, kita akan belajar bagaimana mengganti theme standar WordPress anda yang baru diinstall.

Ada 2 cara instalasi theme.

Cara 1 – Instalasi theme dari direktori resmi

Lihat video berikut:

Untuk anda yang tidak suka menonton video, ikuti langkah-langkah berikut:

Langkah 1: Buka dashboard WordPress

Seperti biasa, masuk ke http://namadomain.com/wp-admin lalu silahkan menuju ke menu berikut:

Appearance > Themes

Add New Theme

Klik tombol Add New untuk mencari theme baru.

Langkah 2: Cari theme yang sesuai selera anda

Untuk melihat theme yang populer, klik tab Popular.

Silahkan cari theme yang tampilannya anda rasa paling bagus.

Setelah ketemu, klik tombol Install. Kemudian klik Activate untuk mengaktifkan theme yang baru anda install.

Selesai.

Cara 2 – Instalasi theme yang tidak resmi

Kalau misalnya anda membeli theme dari ThemeForest atau tempat lain, maka anda tidak bisa menginstall theme tersebut dengan cara di atas.

Ini caranya:

Langkah 1: Download theme yang anda pilih

Biasanya theme ini dalam format .zip.

Tapi anda harus cek lagi di dalamnya. Kalau di dalam file .zip tersebut ada file .zip lagi, maka keluarkan file yang di dalam.

Intinya di dalam .zip anda harus ada 1 folder dengan nama yang sama seperti judul theme.

Seperti ini:

1 folder di dalam zip

Langkah 2a: Upload ke WordPress lewat dashboard

Masuk ke menu Appearance > Themes.

Klik tombol Add New. Setelah itu klik tombol Upload Theme.

Upload theme ke WordPress

Pilih file .zip yang sudah anda download tadi.

Setelah proses upload selesai, klik Activate.

Selesai.

Langkah 2b: Upload ke WordPress lewat FTP

Tahapan instalasi theme sudah selesai. Ini alternatif dari tahap 2a di atas, hanya untuk anda yang tidak mau atau tidak bisa menginstall lewat dashboard.

Buka CPanel (http://namadomain.com/cpanel) lalu login.

Masuk ke aplikasi bernama File Manager.

Kemudian masuk ke direktori ini:

public_html/wp-content/themes/

Direktori theme

Di sini anda akan melihat ada beberapa direktori theme.

Upload file .zip anda ke sini.

Setelah proses uploadnya selesai, extract .zip tersebut.

Extract theme

Kemudian masuk ke menu Appearance > Themes, cari judul theme yang baru anda upload barusan. Klik tombol Activate.

Activate theme

Selesai.

Tips memilih theme WordPress

Instalasi theme itu perkara mudah…

…tapi banyak pemula yang sering dibingungkan ketika mereka memilih theme yang pas.

Padahal intinya tidak sulit.

Salah satu penyebabnya adalah banyaknya orang yang menjual theme WordPress tapi dengan fitur-fitur yang sepertinya menggiurkan.

Maka dari itu, inilah tips dalam memilih theme WordPress.

Tips 1 — Pilih theme sesuai selera anda sendiri

Jangan terpengaruh dengan fitur-fitur yang tidak anda kenal fungsinya apa. Lihat DESAINnya saja.

Kalau anda suka desainnya, pilih.

Kalau anda tidak suka desainnya, jangan install.

Pertimbangan terbesar dalam memilih theme adalah selera pribadi anda terhadap desainnya, bukan fitur-fitur lain.

Tips 2 — Anda belum butuh theme premium

Ada banyak sekali theme gratis di WordPress.

Untuk pemula yang baru belajar membuat dan mengembangkan website, theme gratis saja sudah cukup.

Hampir tidak ada bedanya antara theme gratis dan berbayar, kecuali secara tampilan.

Lagipula, banyak juga theme gratis yang desainnya cukup bagus.

Ini beberapa di antaranya:

  1. Twenty Fifteen, Twenty Sixteen, dan theme standar WordPress lainnya
  2. Hueman
  3. Colorlib

Theme-theme tersebut semuanya gratis, tidak ribet, dan desainnya bagus. Kalau website anda berbentuk blog sederhana, 3 theme tersebut saja sudah cukup.

Tips 3 — Jangan terobsesi dengan theme yang ringan

Di luar sana ada banyak orang yang menjual theme.

Salah satu kelebihan yang mereka tawarkan adalah theme yang ringan, sehingga loadingnya lebih cepat.

Hati-hati…

…pengaruhnya tidak seberapa.

Perbedaan ukuran antara theme yang ringan dan theme yang super berat tidak akan melebihi 500 KB setelah diaktifkan.

Dengan standar internet jaman sekarang, 500 KB tidak ada apa-apanya.

Selain itu, hampir semua theme populer di WordPress pasti sudah efektif secara ukuran.

Tips 4 — Jangan terobsesi dengan theme yang SEO-friendly

Lagi-lagi ini yang biasanya digunakan oleh penjual theme.

Mereka biasanya bilang bahwa theme yang mereka buat SEO-friendly, sehingga bisa mendapatkan peringkat 1 di Google dengan mudah.

Tidak benar.

Tidak ada theme yang seajaib itu.

SEO-friendly itu adalah theme yang strukturnya rapi dan tidak punya masalah dari segi SEO.

99% theme gratis yang populer juga sudah SEO-friendly.

Jadi jangan memutuskan membeli theme hanya karena mereka bilang themenya SEO-friendly.

Tips 5 — Jangan terobsesi dengan responsive/mobile-friendly

Sama seperti tips nomor 4.

Semua theme populer saat ini sudah responsive dan mobile-friendly. Tidak hanya theme yang premium.

Ketiga hal ini (SEO, super ringan, responsive) merupakan standar yang kita gunakan 3-5 tahun yang lalu dimana saat itu masih banyak theme yang kurang bagus penerapannya.

Jaman sekarang, standar tersebut sudah ketinggalan jaman.

Tips 6 — Jangan pernah install theme (dan plugin) bajakan

Kalau anda ketemu orang di forum atau Facebook yang memberikan theme atau plugin premium secara gratis, jangan diinstall.

Ada kemungkinan sudah diinjeksi virus.

Kalau anda menginstall theme dan plugin yang terinjeksi virus, maka website anda bisa mati atau kena serangan hacker.

Hati-hati.

Selalu download atau beli theme dan plugin dari tempat yang terpercaya.

Membuat Lead Magnet Berjenis eBook (dan File PDF Lain) yang Desainnya Indah dan Isinya Berkualitas

oleh Darmawan Follow Like

Ingat kembali materi di awal.

Dari bab sebelumnya, kita sudah bahas ada 16 jenis lead magnet yang paling umum. Semuanya bisa digunakan untuk meningkatkan konversi pendaftaran hingga 1000%.

Tapi tidak semuanya sama…

…ada lead magnet yang efeknya bagus, ada yang tidak. Tergantung dari topik yang dipilih dan jenisnya.

Nah, sekarang kita akan belajar salah satu jenis lead magnet:

Ebook dalam format PDF.

Tapi kenapa saya pilih yang ini?

Karena ebook nilainya lebih tinggi dibandingkan konten biasa, proses pembuatannya juga termasuk yang paling mudah.

Selain itu, dari 16 lead magnet tadi 4 di antaranya dalam format PDF.

Maka, kalau anda sudah bisa membuat ebook, anda juga akan langsung bisa membuat 3 jenis lead magnet lainnya.

Alat dan bahan yang anda butuhkan

Satu alasan lagi kenapa saya memilih ebook yaitu karena semua alat dan bahannya yang sifatnya wajib sudah tersedia gratis.

Kita hanya tinggal membuat isinya saja.

Inilah semua yang harus anda persiapkan:

  1. Microsoft Word (PC), Pages (Mac), Google Docs (Web), atau software pembuat dokumen lainnya. Wajib, karena kita akan menulis di sini.
  2. PowerPoint atau Adobe InDesign. Tidak wajib kalau anda lebih suka di Word. Tapi mendesain ebook yang indah sebetulnya lebih mudah di PowerPoint atau InDesign.
  3. Evernote atau OneNote. Tidak wajib, bisa digunakan untuk membuat kerangka isi ebook dan mencatat hal-hal yang anda rasa penting. Keduanya gratis.
  4. Adobe Acrobat. Tidak wajib, digunakan untuk mengecilkan ukuran PDF.

Kalau anda punya Photoshop dan ahli mendesain, lebih bagus lagi. Tapi tidak wajib.

Untuk panduan ini, saya akan menggunakan Microsoft Word.

Mari kita mulai.

Tahap 1: Membuat kerangka isi ebook

Ebook itu isinya lebih tebal daripada sekedar artikel. Biasanya ribuan kata, bahkan bisa sampai sepuluh ribu kalau topiknya dalam.

Kalau anda belum pernah menulis panjang, bakal bingung.

Bisa jadi urutannya terbalik, bingung setelah ini membahas apa, atau malah setelah hampir selesai anda merasa semuanya perlu ditulis ulang.

Untuk itulah kita butuh kerangka ini.

Tidak sulit…

…bayangkan seperti daftar isi yang biasanya anda lihat di buku.

Isinya berupa topik-topik yang dibahas di dalam ebook anda, beserta subtopiknya untuk masing-masing topik.

Sebagai contoh, ini kerangka yang saya buat:

Kerangka panduan lead magnet

Gambar di atas adalah kerangka isi dari seri panduan yang sedang anda baca sekarang ini.

Tahap 2: Mengatur layout dan tipografi di Microsoft Word

Sewaktu di sekolah sampai kuliah, kita biasanya hanya menggunakan desain standar dari Word.

Sekarang tidak bisa seperti itu.

Kita ingin supaya ebook yang kita buat berbeda dan lebih indah daripada yang lain. Karena itu, ada beberapa yang perlu kita atur di awal.

Beberapa prinsip dasar mengenai tipografi:

  1. Gunakan ukuran font yang lebih besar daripada standarnya, supaya lebih mudah dibaca (18-22pt untuk paragraf biasa)
  2. Jangan gunakan font yang terlalu umum seperti Times New Roman, Verdana, Tahoma, atau Arial
  3. Gunakan maksimal 3 jenis font, untuk judul/subjudul, paragraf, dan keperluan khusus lainnya
  4. Gunakan maksimal 3 warna, untuk judul/subjudul, paragraf (biasanya putih dan/atau hitam), dan hyperlink
  5. Aturan nomor 3 & 4 bisa dilanggar kalau memang diperlukan
  6. Biasakan menggunakan formatting style yang ada di Word, Pages, atau Google Docs

Ini beberapa website yang bermanfaat seputar font:

  • FontSquirrel: mencari font gratis
  • TypeGenius: mencari ide kombinasi font yang bagus
  • ColorHunt: mencari kombinasi warna yang bagus
  • HEX to RGB: supaya kombinasi warna dari ColorHunt bisa digunakan di Microsoft Word

Ini contoh formatting style saya untuk salah satu ebook:

Formatting style di PIM

(Caranya klik kanan di tiap style lalu pilih Modify)

Dengan membuat formatting style seperti ini, anda tidak perlu lagi mengedit satu per satu untuk setiap judul/sub-judul dan paragraf. Tinggal klik di menu.

Setelah itu, ukuran kertas juga bisa anda ganti sesuai kebutuhan.

Repot? Gunakan template

Saya pribadi sebetulnya tidak suka menggunakan template, supaya ebook yang saya buat berbeda dari orang lain.

Tapi kalau anda memang tidak mau repot, ada beberapa template gratis yang bisa anda gunakan.

Template ebook

Ini dia:

  1. 13 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
  2. 5 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
  3. Template ebook dari PanduanIM (Microsoft Word)

Tahap 3: Menulis isi ebook

Ini tahapan utamanya.

Menulis isi ebook biasanya memakan waktu paling lama dibanding tahapan lain, kecuali kalau PDF anda cuma 1-2 lembar.

Kalau ebook anda isinya panjang, permasalahan terbesarnya adalah bagaimana supaya pembaca tidak bosan di tengah jalan.

Ini beberapa tip:

  1. Gunakan subjudul (header 2 & 3) supaya paragraf tidak bertumpuk-tumpuk
  2. Gunakan list untuk menjelaskan lebih dari satu poin, seperti yang sedang anda baca sekarang ini
  3. Hindari paragraf yang terlalu panjang
  4. Gunakan gambar yang bisa membantu penjelasan. Ini wajib. Tulisan panjang tanpa gambar pasti membosankan.

Gunakan kreativitas di sini, lihat beberapa contoh ebook yang menurut anda bagus. Lalu tiru caranya.

Tahap 4: Membuat halaman call to action

Karena ebook ini merupakan bagian dari strategi pemasaran, pasti kita ingin supaya pembaca melakukan sesuatu setelah mereka selesai membaca.

Misalnya membeli produk, mengunjungi website, membaca artikel lain, atau membantu menyebarkan ebook tersebut kepada orang lain.

Untuk itulah kita butuh 1 halaman khusus ini.

Biasanya halaman CTA ini ditaruh di paling akhir. Bisa dipisah sendiri atau digabung bersama ucapan terima kasih, profil penulis, dan penutup.

Tapi bisa juga ditempatkan di awal kalau memang sangat penting.

Ini contoh halaman call to action di ebook milik Unbounce:

CTA ebook unbounce

Tahap 5: Membuat halaman sampul

Tanpa sampul, bukan buku namanya…ya nggak?

Maka dari itu halaman ini wajib ada supaya dokumen anda resmi jadi sebuah buku.

Ada 3 alternatif cara membuat sampul.

Pertama, desain langsung di dalam Microsoft Word. Untuk desain sampul yang sederhana, cara ini lebih mudah.

Kedua, kalau lebih rumit, anda bisa buat desain di Photoshop. Kemudian gambarnya dimasukkan ke Word anda.

Ketiga, bayar orang lain untuk mendesain sampul.

Ini beberapa contoh sampul ebook untuk inspirasi.

Kalau anda butuh gambar atau icon, cari di sini:

  • StockSnap.io
  • Pixabay
  • IconFinder

Setelah tahap ini selesai, anda bisa menyimpan file dokumen anda menjadi PDF. Sewaktu menyimpan ke format PDF, pilih menu ini:

Simpan ke format PDF

Sampai di tahap ini, ebook anda sudah selesai dibuat…

…masih ada 1 tahap lagi:

Tahap 6: Membuat mock-up buku

Tahapan ini tidak wajib, tapi ebook anda akan jadi lebih menarik kalau anda membuat mock-up.

Yang belum tahu apa itu mock-up, seperti ini:

Mockup ebook

Dari desain sampul ebook yang tadi kita buat seolah-olah buku anda seperti nyata.

Untuk membuat yang seperti ini, kita butuh Photoshop.

Kemudian download salah satu template yang anda sukai (klik di gambar):

Mockup Buku 1 Mockup Buku 2 Mockup Buku 3 Mockup Buku 4 Mockup Buku 5 Mockup Buku 6

 

Untuk tutorial mengganti covernya dengan yang sudah anda desain, lihat video ini:

(Bahasa Inggris, tapi tidak sulit dipahami meskipun anda tidak bisa Bahasa Inggris)

16 Jenis Lead Magnet yang Paling Umum Digunakan (Beserta Contohnya)

oleh Darmawan Follow Like

Saya sering mendapat pertanyaan, “Gimana sih cara bikin lead magnet?”. Pertanyaan ini tidak bisa dijawab karena ada beberapa tahapan yang harus dilakukan.

Tahap pertama yaitu menentukan jenisnya.

Ada banyak jenis lead magnet…

…bahkan mungkin kalau semuanya disebutkan satu per satu, ada puluhan sampai ratusan jenis.

Yang jelas, semua lead magnet punya 1 kesamaan:

Diberikan secara gratis.

Karena gratis, maka sebaiknya lead magnet sifatnya tidak terlalu besar apalagi susah dibuat.

Tetapi tetap harus bermanfaat bagi orang lain.

Disinilah letak kesulitannya. Kita harus memberikan sesuatu yang bermanfaat tinggi bagi orang lain, tapi tetap harus gratis.

Di bab ini anda akan belajar jenis-jenis lead magnet yang paling sering digunakan.

1. Ebook

Ebook merupakan lead magnet yang paling sering digunakan karena tidak terlalu sulit dibuat dan bisa menampung banyak konten.

Tapi ada sisi negatif dari ebook:

Pertama, karena sudah sangat umum maka orang-orang bisa menganggap ebook anda tidak bernilai sehingga mereka tidak mau mendaftarkan emailnya.

Oleh karena itu, kalau anda memilih ebook, maka ebook tersebut harus memenuhi syarat berikut:

  1. Topiknya benar-benar bermanfaat (dibahas dalam bab selanjutnya)
  2. Dikemas dalam desain yang indah

Pembuatan ebook bisa memakan waktu 2-8 jam, tergantung seberapa tebal isinya.

Ini contoh lead magnet berupa ebook dari Sribu.com:

Contoh lead magnet ebook

2. Artikel yang dijadikan PDF

Sesuai namanya, lead magnet yang ini hanya berupa artikel yang dikemas dalam bentuk PDF.

Lebih sederhana daripada ebook.

Contoh kerjanya seperti ini:

Misalnya anda punya suatu artikel atau beberapa artikel dalam satu seri yang sangat panjang. Lebih dari 3000 kata.

Karena panjang, pengunjung tidak sempat baca sekaligus.

Tapi karena isinya bermanfaat, sebagian dari pengunjung ingin menyimpan halaman tersebut supaya bisa dibaca secara offline atau dicetak.

Disinilah kita sediakan file PDF-nya.

Pembuatan lead magnet jenis ini memakan waktu kurang dari 10 menit, asalkan anda sudah punya artikelnya.

Ini contoh lead magnet dalam bentuk PDF dari salah satu artikel di Moz yang terdiri dari 10 bab:

Contoh lead magnet artikel pdf

3. Kupon diskon

Kalau anda berjualan produk, lead magnet yang satu ini bisa jadi pilihan yang paling bagus.

Karena mudah.

Banyak platform toko online yang sudah menyediakan fitur ini langsung. Jadi anda tinggal menulis nama kuponnya, selesai.

Selain itu, dengan menyediakan kupon berarti penjualan anda juga akan langsung meningkat.

Berikut contoh kupon diskon yang diberikan oleh MatahariMall:

Contoh lead magnet kupon diskon

4. Free trial

Lead magnet ini paling sering digunakan oleh orang-orang yang berjualan software. Sama seperti kupon diskon, free trial juga akan langsung meningkatkan penjualan.

Ada 3 jenis free trial:

  1. Masa percobaan gratis selama durasi tertentu
  2. Versi demo yang fiturnya terbatas
  3. Produk freemium yang punya versi gratis dan versi berbayar

Mana yang lebih bagus? Tergantung dari produknya sendiri.

Contoh lead magnet free trial dari Adobe Acrobat:

Contoh lead magnet free trial adobe

5. Daftar “sesuatu” yang anda gunakan

Karena saya bingung membuat judul yang pas, akan saya jelaskan contohnya langsung:

Misalnya si Budi seorang bodybuilder atau binaragawan. Dia punya blog yang berisi panduan dan tips seputar fitness, bodybuilding, dan sebagainya.

Lalu dia membuat lead magnet…

…isinya daftar alat-alat training yang digunakan, daftar suplemen, pakaian dan kelengkapan training favoritnya, jadwal latihan yang dia ikuti, dll.

Itu yang saya maksud dengan “sesuatu” yang dia gunakan.

Kenapa lead magnet jenis ini bisa efektif?

Dalam kasus Budi dan pembacanya, hal-hal seperti suplemen, pola training, dan pola makan ini ada banyak sekali pilihannya di pasaran.

Orang-orang biasanya butuh rekomendasi yang terbaik.

Dengan menyediakan daftar ini, pengunjung blognya bisa dengan mudah mengetahui mana yang terbaik dan sudah dibuktikan sendiri oleh Budi.

Contoh lead magnet dari Noah Kagan di OKDork:

Contoh lead magnet daftar toolkit

6. Seri panduan via email

Cara kerjanya seperti ini:

Pilih 1 topik panduan yang bermanfaat dan sesuai untuk target pembaca anda. Kemudian buat kontennya.

Pisahkan menjadi 3-7 bab (atau lebih).

Setelah itu, gunakan email service provider seperti MailChimp untuk mengirimkan kontennya secara otomatis kepada mereka yang mendaftar selama beberapa hari ke depan.

Ada manfaat lain dari jenis lead magnet jenis ini:

Dengan memberikan seri panduan via email, maka kita membiasakan mereka agar selalu membuka email. Karena mereka tahu ada sesuatu yang bermanfaat di dalamnya.

Sehingga persentase orang yang membuka email anda jadi lebih banyak.

Ini contohnya, dari Noah Kagan di Email1K:

Contoh lead magnet seri panduan email

7. Seri panduan dalam bentuk video

Cara kerjanya sama seperti seri panduan email, hanya bentuknya yang berbeda. Kita menggunakan video.

Dibandingkan artikel, PDF, dan ebook, video punya nilai yang lebih tinggi sehingga akan lebih banyak pendaftar.

Tapi tentunya proses pembuatan video lebih sulit.

8. Konten eksklusif untuk anggota

Sebetulnya intinya sama dengan yang sudah dijelaskan di atas, kita memberikan konten untuk para pendaftar.

Bedanya, di sini kita memberikan banyak konten.

Lead magnet jenis ini digunakan oleh Copyblogger. Mereka menyediakan fitur keanggotaan gratis.

Orang-orang yang mendaftar akan mendapatkan akses ke dalam halaman yang berisi banyak konten gratis.

9. Swipe file

Dalam dunia marketing, swipe file artinya suatu koleksi berisi berbagai template yang digunakan oleh orang lain dan terbukti hasilnya bagus.

Swipe file ini bisa digunakan sebagai sumber inspirasi.

Misalnya kalau saya melihat ada gambar iklan di Facebook (milik orang lain) yang bagus. Gambar ini saya simpan supaya nanti bisa digunakan sebagai inspirasi ketika ingin membuat iklan Facebook.

Tapi swipe file ini tidak hanya untuk orang-orang yang aktif di bidang marketing.

Ini kasus lainnya:

Misalnya kalau anda punya blog berisi panduan presentasi atau kalau anda menjual kursus presentasi.

Maka anda bisa memberikan swipe file yang berisi contoh-contoh presentasi yang bagus sebagai lead magnet.

DigitalMarketer.com menggunakan lead magnet tipe ini:

Contoh lead magnet swipe file

10. Checklist atau cheatsheet

Contoh lagi:

Misalkan anda ingin membuat lead magnet tentang wawancara kerja.

Biasanya sebelum wawancara kerja, ada persiapan yang perlu dilakukan. Ya kan? Seperti menyiapkan pakaian, berkas-berkas, dan latihan menjawab pertanyaan.

Itulah isi dari checklist yang anda buat.

Checklist ini berupa 1-2 lembar (bisa dalam format PDF) yang isinya berbagai hal atau langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pembaca.

Checklist tersebut akan di-print oleh pembaca untuk mereka pegang agar tidak ada persiapan yang kelewatan.

Ini termasuk lead magnet yang mudah dibuat.

Contoh lead magnet checklist

11. Spreadsheet

Spreadsheet (file dari Microsoft Excel atau Google Sheets) itu bisa digunakan untuk berbagai hal.

Bisa untuk sekedar menyimpan informasi dalam bentuk tabel, atau bisa juga sebagai alat bantu untuk menghitung dan mengolah data.

Contoh penggunaannya:

Misalnya anda membuat suatu file Excel yang bisa menghitung berapa jumlah penghasilan per bulan minimum yang dibutuhkan oleh sebuah keluarga kebutuhan-kebutuhan tertentu.

12. Template

Template di sini bisa dalam berbagai hal.

Contohnya template desain sampul ebook, template desain halaman Microsoft Word, template presentasi di PowerPoint, atau template blog WordPress.

Bisa juga template surat lamaran kerja, business plan, dan sebagainya.

Intinya, kita memberikan sesuatu yang bisa digunakan kembali.

13. Kontes berhadiah

Ini lead magnet yang bisa menghasilkan banyak pendaftar email dalam sekejap.

Cara kerjanya seperti ini:

Kita menyediakan kontes berhadiah untuk satu orang pemenang (atau lebih). Orang yang ingin ikut harus mendaftarkan emailnya.

Pemenangnya akan dipilih secara acak. Tetapi peserta yang berhasil mengajak paling banyak orang lain untuk bergabung akan mendapatkan kemungkinan lebih tinggi untuk menang.

Membuat kontes seperti ini tidak sulit.

Anda hanya butuh WordPress dan plugin bernama KingSumo. Plugin ini yang akan secara otomatis mengurus sistemnya.

Kingsumo Giveaway

14. Webinar atau rekaman webinar

Untuk yang belum pernah dengar, webinar itu web seminar atau seminar online.

Jadi intinya anda mengadakan seminar secara live terhadap suatu topik. Orang-orang yang ingin ikut akan mendaftarkan emailnya.

Setelah weminarnya selesai, anda masih bisa menggunakan rekamannya sebagai lead magnet.

Ini contoh lead magnet berupa webinar dari Neil Patel:

Contoh lead magnet webinar

15. Komunitas eksklusif

Bergabung di dalam komunitas dan berdiskusi bersama orang lain dengan tujuan yang sama bisa jadi sesuatu yang berharga.

Contohnya komunitas orang-orang yang ingin memulai bisnis, di dalamnya para anggota biasa saling berdiskusi apabila mereka menemui kesulitan.

Membuat komunitas tidak susah, Facebook Group saja biasanya sudah cukup.

Tapi anda harus terus mengelola grup ini supaya tetap aktif dan isinya berkualitas.

16. Software, aplikasi, atau tool gratis

Yang namanya software, pasti membuatnya juga tidak mudah.

Tapi justru karena sulit dibuat maka konversinya akan jadi sangat besar dibandingkan file PDF yang umum.

Salah satu yang paling mudah dibuat yaitu aplikasi kuis.

Misalnya kuis kepribadian. Pengunjung akan menjawab berbagai pertanyaan untuk mengetahui kepribadian mereka. Kemudian jawabannya dikirimkan lewat email.

Contoh lead magnet kuis (assessment) dari Derek Halpern:

Contoh lead magnet kuis

Itulah 16 jenis lead magnet yang paling umum.

Selanjutnya kita akan belajar bagaimana cara memilih topik yang tepat untuk lead magnet anda.

  • ‹ Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • …
  • 16
  • Selanjutnya ›

Search

Panduan Pilihan

Artikel Terpopuler

  • 14 Teknik Membangun Backlink Berkualitas untuk Meningkatkan Rangking dan Mendapatkan Traffic
  • 5 Tahap untuk Bisa Masuk ke Halaman Pertama di Google dengan Keyword Apapun [Studi Kasus]
  • 9 Tahap Menulis Artikel yang Baik untuk Website agar Mendapatkan Peringkat 1 di Google
  • Bagaimana Mendapatkan Penghasilan dari Blog Hingga Ratusan Juta Bahkan Milyaran per Bulan
  • 25 Blogger Terbaik di Indonesia Berbagi Lebih dari 81 Tips Membuat Blog yang Sukses

Dibuat dengan Panduan IM © 2026. Hubungi saya