PanduanIM

  • Blog
  • Panduan
  • Kontak
  • Daftar

2 Cara untuk Menginstall Plugin Baru ke WordPress Anda

oleh Darmawan Follow Like

Fungsi dasar dari WordPress self hosted sebetulnya tidak berbeda jauh dengan WordPress.com, Blogger, Tumblr, dan CMS lainnya.

Yang membuat WordPress berbeda adalah keberadaan plugin.

Dengan menginstall plugin, anda bisa menambah fitur apapun yang anda inginkan tanpa menyentuh kode-kode programming sedikit pun.

WordPress punya banyak plugin…

…sangat banyak.

Di direktori resminya sendiri ada lebih dari 40.000 plugin yang tersedia secara gratis.

Sekarang kita akan belajar cara menginstall plugin WordPress.

Cara 1 – Instalasi plugin gratis dari direktori resmi

Lihat video berikut ini:

Untuk anda yang tidak suka menonton video, ikuti langkah-langkah berikut:

Langkah 1: Buka dashboard WordPress

Seperti biasa, masuk ke http://namadomain.com/wp-admin lalu silahkan menuju ke menu berikut:

Plugins > Add New

Langkah 2: Cari plugin yang anda butuhkan

Di bab selanjutnya, saya akan membahas beberapa plugin terbaik yang perlu anda install. Untuk sekarang, kita latihan dulu.

Untuk melihat plugin yang populer, klik tab Popular.

Setelah ketemu yang ingin anda install, klik tombol Install.

Instalasi plugin WordPress

Kemudian klik Activate untuk mengaktifkan plugin tersebut.

Selesai.

Cara 2 – Instalasi plugin yang tidak resmi

Kalau anda membeli/mendapatkan plugin dari tempat lain seperti CodeCanyon atau yang lainnya, maka cara di atas tidak bisa dilakukan.

Ini caranya:

Langkah 1: Download plugin anda

Plugin yang siap diinstall formatnya adalah .zip.

Tapi anda harus cek lagi di dalamnya. Kalau di dalam file .zip tersebut ada file .zip lagi, maka keluarkan file .zip yang di dalam.

Intinya di dalam .zip anda harus ada 1 folder dengan nama yang sama seperti judul plugin.

Seperti ini:

Zip berisi 1 folder

Langkah 2a: Upload ke WordPress lewat dashboard

Masuk ke menu Plugins > Add New.

Klik tombol Upload Plugin. Pilih file .zip yang sudah anda download tadi.

Setelah proses upload selesai, klik Activate.

Upload plugin

Selesai.

Langkah 2b: Upload ke WordPress lewat FTP

Tahapan instalasi plugin sudah selesai. Ini alternatif dari tahap 2a, hanya untuk anda yang tidak bisa menginstall plugin lewat dashboard.

Buka CPanel (http://namadomain.com/cpanel) lalu login.

Masuk ke aplikasi bernama File Manager.

Kemudian masuk ke direktori ini:

public_html/wp-content/plugin/

Direktori plugin

Di sini anda akan melihat ada beberapa direktori plugin. Upload .zip anda ke sini.

Setelah proses uploadnya selesai, extract .zip tersebut.

Extract plugin

Kemudian masuk ke menu Plugins > Installed Plugins, cari judul plugin yang baru anda upload barusan.

Kemudian klik tombol Activate.

Activate plugin

Selesai.

2 Cara untuk Mengganti Theme WordPress dan 6 Tips Memilih Theme yang Baik

oleh Darmawan Follow Like

Salah satu alasan orang-orang memilih WordPress yaitu karena banyaknya pilihan theme yang bisa langsung dipakai.

Di direktori resminya ada 2.000 theme gratis.

Itu belum termasuk di direktori theme tidak resmi yang berbayar seperti ThemeForest, misalnya. Kalau ditotalkan mungkin ada lebih dari 5.000.

Bukan hanya itu…

…kalau anda masih tidak puas dengan sedemikian banyaknya, anda juga bisa mengubah sendiri theme-theme tersebut.

Sampai puas…sampai sesuai selera.

Dalam bab ini, kita akan belajar bagaimana mengganti theme standar WordPress anda yang baru diinstall.

Ada 2 cara instalasi theme.

Cara 1 – Instalasi theme dari direktori resmi

Lihat video berikut:

Untuk anda yang tidak suka menonton video, ikuti langkah-langkah berikut:

Langkah 1: Buka dashboard WordPress

Seperti biasa, masuk ke http://namadomain.com/wp-admin lalu silahkan menuju ke menu berikut:

Appearance > Themes

Add New Theme

Klik tombol Add New untuk mencari theme baru.

Langkah 2: Cari theme yang sesuai selera anda

Untuk melihat theme yang populer, klik tab Popular.

Silahkan cari theme yang tampilannya anda rasa paling bagus.

Setelah ketemu, klik tombol Install. Kemudian klik Activate untuk mengaktifkan theme yang baru anda install.

Selesai.

Cara 2 – Instalasi theme yang tidak resmi

Kalau misalnya anda membeli theme dari ThemeForest atau tempat lain, maka anda tidak bisa menginstall theme tersebut dengan cara di atas.

Ini caranya:

Langkah 1: Download theme yang anda pilih

Biasanya theme ini dalam format .zip.

Tapi anda harus cek lagi di dalamnya. Kalau di dalam file .zip tersebut ada file .zip lagi, maka keluarkan file yang di dalam.

Intinya di dalam .zip anda harus ada 1 folder dengan nama yang sama seperti judul theme.

Seperti ini:

1 folder di dalam zip

Langkah 2a: Upload ke WordPress lewat dashboard

Masuk ke menu Appearance > Themes.

Klik tombol Add New. Setelah itu klik tombol Upload Theme.

Upload theme ke WordPress

Pilih file .zip yang sudah anda download tadi.

Setelah proses upload selesai, klik Activate.

Selesai.

Langkah 2b: Upload ke WordPress lewat FTP

Tahapan instalasi theme sudah selesai. Ini alternatif dari tahap 2a di atas, hanya untuk anda yang tidak mau atau tidak bisa menginstall lewat dashboard.

Buka CPanel (http://namadomain.com/cpanel) lalu login.

Masuk ke aplikasi bernama File Manager.

Kemudian masuk ke direktori ini:

public_html/wp-content/themes/

Direktori theme

Di sini anda akan melihat ada beberapa direktori theme.

Upload file .zip anda ke sini.

Setelah proses uploadnya selesai, extract .zip tersebut.

Extract theme

Kemudian masuk ke menu Appearance > Themes, cari judul theme yang baru anda upload barusan. Klik tombol Activate.

Activate theme

Selesai.

Tips memilih theme WordPress

Instalasi theme itu perkara mudah…

…tapi banyak pemula yang sering dibingungkan ketika mereka memilih theme yang pas.

Padahal intinya tidak sulit.

Salah satu penyebabnya adalah banyaknya orang yang menjual theme WordPress tapi dengan fitur-fitur yang sepertinya menggiurkan.

Maka dari itu, inilah tips dalam memilih theme WordPress.

Tips 1 — Pilih theme sesuai selera anda sendiri

Jangan terpengaruh dengan fitur-fitur yang tidak anda kenal fungsinya apa. Lihat DESAINnya saja.

Kalau anda suka desainnya, pilih.

Kalau anda tidak suka desainnya, jangan install.

Pertimbangan terbesar dalam memilih theme adalah selera pribadi anda terhadap desainnya, bukan fitur-fitur lain.

Tips 2 — Anda belum butuh theme premium

Ada banyak sekali theme gratis di WordPress.

Untuk pemula yang baru belajar membuat dan mengembangkan website, theme gratis saja sudah cukup.

Hampir tidak ada bedanya antara theme gratis dan berbayar, kecuali secara tampilan.

Lagipula, banyak juga theme gratis yang desainnya cukup bagus.

Ini beberapa di antaranya:

  1. Twenty Fifteen, Twenty Sixteen, dan theme standar WordPress lainnya
  2. Hueman
  3. Colorlib

Theme-theme tersebut semuanya gratis, tidak ribet, dan desainnya bagus. Kalau website anda berbentuk blog sederhana, 3 theme tersebut saja sudah cukup.

Tips 3 — Jangan terobsesi dengan theme yang ringan

Di luar sana ada banyak orang yang menjual theme.

Salah satu kelebihan yang mereka tawarkan adalah theme yang ringan, sehingga loadingnya lebih cepat.

Hati-hati…

…pengaruhnya tidak seberapa.

Perbedaan ukuran antara theme yang ringan dan theme yang super berat tidak akan melebihi 500 KB setelah diaktifkan.

Dengan standar internet jaman sekarang, 500 KB tidak ada apa-apanya.

Selain itu, hampir semua theme populer di WordPress pasti sudah efektif secara ukuran.

Tips 4 — Jangan terobsesi dengan theme yang SEO-friendly

Lagi-lagi ini yang biasanya digunakan oleh penjual theme.

Mereka biasanya bilang bahwa theme yang mereka buat SEO-friendly, sehingga bisa mendapatkan peringkat 1 di Google dengan mudah.

Tidak benar.

Tidak ada theme yang seajaib itu.

SEO-friendly itu adalah theme yang strukturnya rapi dan tidak punya masalah dari segi SEO.

99% theme gratis yang populer juga sudah SEO-friendly.

Jadi jangan memutuskan membeli theme hanya karena mereka bilang themenya SEO-friendly.

Tips 5 — Jangan terobsesi dengan responsive/mobile-friendly

Sama seperti tips nomor 4.

Semua theme populer saat ini sudah responsive dan mobile-friendly. Tidak hanya theme yang premium.

Ketiga hal ini (SEO, super ringan, responsive) merupakan standar yang kita gunakan 3-5 tahun yang lalu dimana saat itu masih banyak theme yang kurang bagus penerapannya.

Jaman sekarang, standar tersebut sudah ketinggalan jaman.

Tips 6 — Jangan pernah install theme (dan plugin) bajakan

Kalau anda ketemu orang di forum atau Facebook yang memberikan theme atau plugin premium secara gratis, jangan diinstall.

Ada kemungkinan sudah diinjeksi virus.

Kalau anda menginstall theme dan plugin yang terinjeksi virus, maka website anda bisa mati atau kena serangan hacker.

Hati-hati.

Selalu download atau beli theme dan plugin dari tempat yang terpercaya.

Perbedaan Antara Category dan Tag di WordPress

oleh Darmawan Follow Like

Saat pertama kali membuat post di WordPress, anda akan melihat ada Category dan Tags. Keduanya punya fungsi yang sama, yaitu untuk membagi post anda ke dalam topik-topik tertentu.

Tapi apa bedanya kategori dan tag?

Kapan kita menggunakan kategori, kapan kita meggunakan tag?

Mari kita bahas dari pengertiannya masing-masing:

Category

Sesuai namanya, kategori digunakan untuk membagi post ke dalam kategori tertentu.

Misalnya anda punya website yang berisi resep-resep makanan dan minuman. Resep-resep ini ingin anda bagi menjadi kategori-kategori seperti “hidangan pembuka”, “hidangan utama”, dan “pencuci mulut”.

Dengan demikian, pengunjung yang ingin membuat hidangan pencuci mulut bisa masuk ke kategori pencuci mulut.

Demikian seterusnya.

Kita juga bisa membuat sub-sub kategori yang lebih spesifik lagi. Misalnya di dalam kategori “pencuci mulut” kita punya sub kategori “es krim”.

Sebuah post bisa dimasukkan ke lebih dari satu kategori, tapi anda tidak bisa membuat post tanpa memilih salah satu kategori. Jadi, kategori ini sifatnya wajib.

Tag

Tag kita gunakan untuk menandai post menjadi topik-topik tertentu. Topik dalam tag ini sifatnya lebih spesifik terhadap isi dari post anda.

Coba kita gunakan contoh tadi:

Kalau anda punya website tentang resep makanan. Contoh tag yang bisa kita gunakan yaitu salah satu bahan dari resep tersebut.

Misalnya hidangan ayam diberi tag ayam.

Dengan demikian, pengunjung yang ingin membuat hidangan ayam (terlepas dari kategori hidangannya) bisa masuk ke tag ayam yang sudah kita buat.

Sama seperti kategori, tujuan dari tag adalah untuk mempermudah pengunjung dalam menjelajahi situs anda. Sebuah post juga bisa diberikan lebih dari satu tag.

Bedanya, tag tidak wajib seperti kategori.

Bagaimana memberikan kategori dan tag yang bagus untuk SEO?

Ini yang sering ditanyakan terkait kategori dan tag di WordPress. Apakah kategori lebih bagus untuk mesin pencari? Apakah tag lebih bagus? Berapa jumlah tag yang harus kita pasang?

Jawabannya: tidak berpengaruh.

Di dalam komunitas-komunitas SEO, anda kadang-kadang akan melihat beberapa orang menyarankan menggunakan banyak tag yang berisi kata kunci untuk post tersebut.

Jangan lakukan seperti ini.

Ada 2 alasannya:

Pertama, tidak berpengaruh. Menggunakan 100 tag pun tidak akan mempengaruhi peringkat anda di mesin pencari.

Kedua, justru mengganggu pengunjung.

Seperti yang sudah kita bahas tadi, tag berfungsi menandai post ke dalam topik-topik yang spesifik. Kalau di post atau keseluruhan website anda ada terlalu banyak tag, maka pengunjung justru akan bingung.

“Terlalu banyak” itu berapa?

Tergantung dari besarnya website anda dan topiknya. Tapi di sebuah post sebaiknya tidak terdapat lebih dari 5 tag.

Sekali lagi, gunakan tag dan kategori untuk mempermudah pengunjung dalam menjelajahi situs anda. Bukan justru mempersulit.

Perbedaan Antara Post dan Page di WordPress

oleh Darmawan Follow Like

Ketika baru menginstall WordPress dan masuk ke dashboard, anda akan melihat ada 2 tempat dimana anda bisa membuat konten: Post dan Page.

Post dan Page punya bentuk yang mirip tapi fungsi yang berbeda.

Sekarang akan kita lihat apa saja bedanya.

Post

Post di WordPress digunakan apabila anda ingin menerbitkan konten yang sifatnya rutin di website anda. Misalnya kalau anda menerbitkan artikel setiap seminggu sekali, atau seminggu dua kali, maka ini sebaiknya dibuat dalam bentuk post.

Post di PanduanIM

Ini karena semua post anda akan ditampilkan dalam sebuah halaman secara berurutan. Post yang terbaru muncul di atas yang lama.

Post juga bisa dibagi berdasarkan kategori dan tag.

Misalnya kalau punya website tentang hewan peliharaan dan anda punya artikel tentang kucing, anjing, dan burung. Artikel-artikel tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori supaya lebih mudah dicari oleh pengunjung.

Terakhir, post-post anda akan dimasukkan ke dalam RSS feed.

RSS (Rich Site Summary) adalah sebuah halaman yang berisi daftar post-post di website anda. RSS feed ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang ingin berlangganan dan menerima konten terbaru dari website anda.

Page

Page digunakan untuk membuat halaman yang sifatnya tetap.

Halaman-halaman dalam bentuk page tidak diurutkan berdasarkan tanggal. Urutannya bisa sesuai keinginan anda dengan memberikan nomor kepada masing-masing page.

Page tidak disertakan di halaman arsip dan RSS seperti post.

Page juga tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori dan tag.

Sebaliknya, anda bisa membuat sub-sub page. Misalnya page bernama Asia bisa dibuatkan sub page bernama China, Jepang, dan Korea.

Contoh halaman berbentuk page yang paling sering dibuat adalah halaman tentang anda atau website anda dan halaman kontak.

Page di PanduanIM

Apakah ada perbedaan dari segi SEO?

Ini pertanyaan yang sering muncul ketika membahas soal page dan post. Apakah mesin pencari seperti Google menganggap post dan page berbeda? Mana yang lebih unggul?

Jawabannya: tidak terlalu berpengaruh.

Keduanya sama saja di mata mesin pencari.

Tujuan kita menggunakan post dan page adalah untuk kemudahan dan kenyamanan pengunjung website. Bukan untuk mesin pencari.

Tapi ada satu pertimbangan:

Post mengandung tanggal penerbitan. Untuk beberapa kata kunci yang butuh konten-konten yang sifatnya fresh, post yang tidak pernah diupdate selama bertahun-tahun mungkin peringkatnya akan turun.

Sekali lagi, itu hanya untuk kata kunci yang butuh konten fresh.

  • ‹ Sebelumnya
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • Selanjutnya ›

Search

Panduan Pilihan

Artikel Terpopuler

  • 14 Teknik Membangun Backlink Berkualitas untuk Meningkatkan Rangking dan Mendapatkan Traffic
  • 5 Tahap untuk Bisa Masuk ke Halaman Pertama di Google dengan Keyword Apapun [Studi Kasus]
  • 9 Tahap Menulis Artikel yang Baik untuk Website agar Mendapatkan Peringkat 1 di Google
  • Bagaimana Mendapatkan Penghasilan dari Blog Hingga Ratusan Juta Bahkan Milyaran per Bulan
  • 25 Blogger Terbaik di Indonesia Berbagi Lebih dari 81 Tips Membuat Blog yang Sukses

Dibuat dengan Panduan IM © 2026. Hubungi saya