PanduanIM

  • Blog
  • Panduan
  • Kontak
  • Daftar

Memasukkan Video Youtube (dan Layanan Streaming Lainnya) ke Dalam Post atau Page di WordPress

oleh Darmawan Follow Like

Sebagai pemilik website, kita pasti senang kalau para pengunjung menghabiskan banyak waktu di dalam website kita.

Caranya ada 2:

Pertama, dengan membuat artikel yang panjang. Logikanya, semakin panjang maka mereka akan semakin lama berada di website anda.

Tapi ini susah karena orang-orang biasanya tidak suka membaca artikel panjang, kecuali kalau tulisan anda bagus dan mampu membuat mereka betah.

Yang kedua yaitu menggunakan video.

Karena video lebih mudah untuk disimak daripada tulisan, maka akan ada lebih banyak orang yang menonton sampai habis.

Tapi video itu berat.

Kalau kita mengupload video ke server hosting anda, maka kapasitasnya akan segera habis! Maka dari itu saya sarankan anda untuk tidak mengupload video ke WordPress.

Lebih baik gunakan layanan streaming video seperti YouTube.

Setelah diupload di YouTube atau yang lainnya, barulah kita tempel ke WordPress.

Inilah cara memasukkan video ke dalam post WordPress.

Silahkan lihat video di atas atau baca panduan di bawah ini.

Langkah 1: Cari video yang ingin anda pasang

Buka YouTube, Vimeo, DailyMotion, atau layanan streaming video populer lainnya.

Ini daftar layanan video yang bisa dipasang langsung ke WordPress (diurutkan berdasarkan abjad):

  • Animoto
  • Blip
  • Cloudup
  • CollegeHumor
  • DailyMotion
  • Facebook (bisa juga selain video)
  • Flickr
  • FunnyorDie
  • Hulu
  • TED
  • Twitter (bisa juga selain video)
  • VideoPress
  • Vimeo
  • Vine
  • WordPress.tv
  • YouTube

Untuk melihat yang bisa ditempel ke post di WordPress selain video, lihat halaman ini.

Langkah 2: Copy URL dan paste ke dalam post

Setelah anda membuka videonya, copy alamat URL yang muncul di bagian atas browser anda:

Copy URL dari Youtube

Paste ke dalam post di WordPress:

Paste video ke WordPress

Kalau anda menggunakan layanan streaming dari daftar di atas, maka videonya akan langsung tertempel di dalam post anda.

Mudah kan?

Pengenalan dengan WordPress Editor dan Cara Membuat Post Baru di WordPress

oleh Darmawan Follow Like

Supaya website anda bisa mendapatkan pengunjung, maka anda harus mulai membuat konten yang bisa mereka nikmati.

Caranya adalah dengan membuat post baru.

Post pada dasarnya berupa artikel atau tulisan. Tapi anda juga bisa memasukkan gambar, video, dan link sehingga konten anda jadi lebih beragam.

Lihat video ini untuk membuat post baru di WordPress:

Lanjutkan membaca untuk mempelajari penjelasan lebih lanjut mengenai bagian-bagian di dalam editor Wordpres.

Toolbar

Toolbar editor WordPress

Gambar di atas adalah toolbar yang berisi tombol-tombol untuk mengatur format post anda. Dari sini anda bisa membuat agar tulisan anda dicetak tebal, miring, garis bawah, dan lain-lain.

Tekan tombol yang paling kanan untuk membuka baris kedua.

Ada satu tombol yang cukup penting di toolbar:

Insert read more tag

Ini adalah tombol “Insert Read More tag”.

Saat menggunakan tombol ini, akan ada garis batas yang muncul di post anda. Tulisan-tulisan yang berada di atas garis batas akan diperlihatkan di halaman arsip.

Contohnya di halaman ini.

Di halaman tersebut anda akan melihat beberapa post yang hanya berisi pendahuluannya lalu disertai link untuk membaca kelanjutannya.

Itulah fungsi Read More tag.

Memasukkan gambar atau media lain

Untuk memasukkan gambar, gunakan tombol ini:

Memasukkan gambar

Post format

Post format

Bagian ini berfungsi untuk mengubah bentuk dari post anda. Misalnya kalau post anda hanya berisi video, gunakan format video. Kalau hanya berisi sebuah gambar, pilih image.

Tidak semua theme punya fitur ini.

Categories dan Tags

Categories dan Tags

Categories dan Tags berfungsi untuk menggolongkan post anda ke dalam topik-topik tertentu.

Kedua fitur ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab lain.

Featured Image

Featured Image

Featured image adalah gambar utama dari post anda. Biasanya muncul di bagian atas post.

Anda tidak selalu harus menggunakan featured image, tapi ada theme WordPress yang mewajibkan menggunakan fitur ini.

Visual dan Text

Visual & Text

Ada 2 versi editor di WordPress: Visual dan Text.

Di editor Visual, kalau anda menekan tombol Bold dari toolbar maka teksnya akan terlihat dicetak tebal. Kalau anda memasukkan gambar, maka gambar tersebut akan diperlihatkan langsung di dalam editor.

Sedangkan di editor Text tidak demikian.

Di dalam editor Text, kita menggunakan kode HTML. Jadi, anda tidak akan melihat teksnya ditebalkan, melainkan akan muncul tag <strong> yang mengelilingi teks. Kalau anda memasukkan gambar, maka akan muncul tag <img>.

Kalau anda tidak mengerti apa itu HTML, gunakan editor Visual saja. Editor Text hanya digunakan untuk hal-hal yang tingkatannya lebih lanjut.

Post yang lebih dari 1 halaman

Fitur ini agak tersembunyi di WordPress, tidak ada di toolbar.

Kadang kita ingin memisahkan suatu post menjadi lebih dari satu halaman. Misalnya kalau artikel anda terlalu panjang atau kalau anda butuh lebih dari satu bab.

Caranya, lihat video ini:

Klik editor Text, kemudian pada bagian yang ingin anda potong tulis tag ini:

<!--nextpage-->

Publish

Publish

Tombol Save Draft digunakan kalau anda ingin menyimpan post anda tanpa menerbitkan. Tombol Preview digunakan untuk melihat seperti apa hasilnya tanpa menerbitkan.

Di bawah tombol Save Draft, ada 3 keterangan:

  • Status: mengembalikan post yang sudah diterbitkan menjadi draft
  • Visibility: mengubah apakah post bisa dilihat secara umum, tertutup password, atau tidak bisa dilihat oleh siapapun
  • Publish: mengatur jadwal penerbitan post (langsung atau dijadwalkan)

Kalau sudah selesai, tekan tombol Publish untuk menerbitkan.

Instalasi WordPress: Dari Membeli Hosting Sampai Website Anda Bisa Diakses

oleh Darmawan Follow Like

Instalasi WordPress sebetulnya tidak sulit.

Dalam video yang saya rekam untuk panduan ini, prosesnya hanya memakan waktu kurang dari 5 menit.

Tapi kenapa banyak orang yang bingung?

Hmm… mungkin karena WordPress sendiri tidak menyediakan panduan resmi yang berbahasa Indonesia. Makanya orang-orang yang tidak bisa Bahasa Inggris agak bingung.

Untuk itulah di panduan ini saya menyediakan langkah-langkah dari nol yang bisa anda ikuti sekarang juga untuk membuat website dengan WordPress.

Menyewa hosting dan domain

Sebelum bisa menginstall WordPress, anda harus punya tempatnya dulu: hosting dan domain.

Pengertian sederhananya seperti ini:

Hosting atau web hosting adalah tempatnya website anda ditaruh. Semua file-file yang berhubungan dengan website ditaruh di hosting.

Sedangkan domain adalah alamatnya.

Untuk bisa mengakses website anda, maka orang-orang akan mengetik nama domain anda di browsernya. Contohnya nama domain blog saya ini adalah panduanim.com.

Rekomendasi hosting

Ada banyak penyedia layanan hosting dan domain.

Supaya anda tidak bingung, ini beberapa rekomendasi layanan hosting Indonesia yang saya rasa cocok untuk pemula:

  • Niagahoster
  • Rumahweb
  • Dewaweb

Ketiganya memberikan domain gratis kalau kita menyewa hosting.

Kalau anda ingin membuat website berbahasa Inggris untuk target pengunjung luar negeri, maka hostingnya harus yang berbasis di Amerika.

Ini layanan hosting luar negeri yang cocok untuk pemula:

  • BlueHost
  • HostGator
  • SiteGround

Sebelum kita lanjut, hati-hati… di internet ada banyak orang yang tidak jelas asal-usulnya menawarkan layanan hosting murah.

Sebaiknya anda tidak membeli dari orang yang tidak jelas.

Hosting ini pengaruhnya ke kualitas dan kecepatan akses website anda. Kalau anda membeli hosting yang tidak jelas, website anda akan banyak gangguan.

Tips menentukan nama domain

Saya pribadi punya kebiasaan jelek dalam memilih domain: suka berpikir terlalu panjang…

Ini beberapa tips menentukan nama domain:

  1. Berkaitan atau bisa menggambarkan topik/isi website
  2. Tidak terlalu panjang, 3 kata atau kurang
  3. Tidak mirip dengan nama website yang populer
  4. Menggunakan ekstensi .com
  5. Tidak mengandung tanda strip (-)
  6. Tidak mengandung angka, kecuali apabila brand anda mengandung angka
  7. Mudah diingat, tidak sulit untuk diucapkan/ditulis

Ini hanya tips, tidak harus diikuti.

Pada kenyataannya, banyak website sukses yang tidak mengikuti tips-tips nama domain di atas.

Cara membeli hosting dan domain

Silahkan lihat video ini untuk mempelajari cara membeli hosting dan domain dari Niagahoster:

Setelah konfirmasi pembayaran diterima, anda mestinya akan mendapatkan email dari layanan hosting yang berisi informasi akun anda.

Simpan email tersebut.

Instalasi WordPress

Ada 2 alternatif cara instalasi WordPress.

Pertama, yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan tool bernama Softaculous yang biasanya sudah ada di hosting anda.

Kedua, cara manual.

Mari kita bahas satu per satu.

Instalasi WordPress dengan Softaculous

Silahkan lihat video ini:

Kalau anda tidak suka menonton video, silahkan ikuti panduan di bawah ini.

1. Buka namadomain.com/cpanel

Masuk ke alamat CPanel anda. Lalu masukkan username dan password yang diberikan saat membeli hosting.

Disinilah semua tool ajaib untuk mengelola hosting anda berada.

Tampilan CPanel di hosting anda mungkin akan berbeda dari yang ada di video di atas, tapi caranya tidak akan berbeda jauh.

2. Cari aplikasi bernama Softaculous

Softaculous adalah aplikasi untuk menginstall berbagai platform website, salah satunya adalah WordPress.

Dengan Softaculous, kita bisa menginstall WordPress dalam 2x klik.

Setelah ketemu Softaculous, cari Wordpress lalu klik Install.

Kalau tidak ada, anda juga bisa menggunakan Fantastico. Kalau tidak ada juga, ikuti panduan instalasi lewat FTP di bawah.

3. Isi informasi yang diminta oleh Softaculous

Lihat gambar ini kalau anda bingung:

Pengaturan instalasi wordpress di softaculous

(klik gambar untuk memperbesar)

Setelah semuanya lengkap, klik Install.

Selesai! Sekarang WordPress anda sudah terinstall.

Tidak sulit kan?

Instalasi WordPress melalui FTP di CPanel

Kalau di CPanel anda tidak ada aplikasi bernama Softaculous atau Fantastico, maka anda harus menginstall WordPress secara manual.

Meskipun sedikit lebih rumit, tapi pemula sekalipun pasti bisa.

1. Download WordPress

Silahkan menuju website resmi WordPress, kemudian download versi terbarunya. Anda akan mendapatkan file dalam bentuk .zip

2. Upload dan extract ke hosting

Buka CPanel anda melalui: http://namadomain.com/cpanel

Login dengan data yang diberikan oleh hosting.

Buka aplikasi bernama File Manager:

Masuk ke file manager

Masuk ke folder bernama public_html:

Masuk ke folder public_html

(tampilan File Manager di hosting anda mungkin sedikit berbeda)

Upload file WordPress dalam format .zip yang baru anda download tadi ke halaman ini. Setelah uploadnya selesai, klik tombol extract dari menu:

Extract file WordPress

Klik Reload dari menu, kemudian akan ada sebuah folder bernama wordpress:

Folder WordPress

Masuk ke folder ini, lalu klik Select All dari menu.

Select all di folder wordpress

Klik ‘Move’ atau ‘Move file’ di menu, lalu hapus /wordpress seperti gambar di bawah:

Move file wordpress

3. Membuat user dan database

Agar semua fungsi di WordPress anda bisa berjalan mulus, maka anda harus membuat database.

Kembali ke CPanel.

Buka aplikasi bernama MySQL Databases:

MySQL databases

Buat database baru dan user baru seperti gambar di bawah:

Buat database dan user baru

(gunakan campuran angka dan huruf supaya lebih aman)

Setelah itu hubungkan keduanya di bagian “Add User to Database”:

Add user to database

Centang all privileges:

Centang all privileges

Hampir selesai.

3. Selesaikan instalasinya

Buka alamat website anda melalui browser.

Dari sini anda akan diantarkan untuk melakukan instalasi WordPress tahap akhir. Silahkan ikuti seperti gambar di bawah ini:

Instalasi WordPress tahap akhir

Kalau setelah ada submit ternyata pesannya “Error establishing a database connection”, berarti ada yang salah di nama database, username, dan password.

Setelah itu lengkapi informasinya:

Lengkapi informasi website wordpress

Selesai!

WordPress anda sudah siap digunakan.

Setelah ini, silahkan masuk ke Dashboard WordPress dengan mengakses http://namadomain.com/wp-admin/ seperti di video ini:

Mana yang Lebih Bagus, WordPress.org, WordPress.com, atau Blogger? Inilah Perbandingannya Terhadap 8 Hal

oleh Darmawan Follow Like

Saat ingin membuat website, terutama yang berupa blog, anda akan mendengar orang-orang di internet yang membanding-bandingkan antara WordPress.org, WordPress.com, dan Blogger.

Ini biasanya akan membuat orang-orang bingung.

Lebih parahnya lagi, anda bisa salah pilih.

Oleh karena itu, sekarang akan kita bahas secara obyektif apa saja keunggulan dan kelemahan dari masing-masing platform.

Perbedaan WordPress.com dan WordPress.org

Pertama, kita bahas dulu kedua saudara kembar ini.

Meskipun namanya sama dan berasal dari perusahaan yang sama, tapi WordPress.org dan WordPress.com punya perbedaan yang sangat besar.

Secara pengertian, WordPress.org merupakan layanan self hosted, sedangkan WordPress.com merupakan layanan hosted.

Apaan tuh?

Supaya mudah dipahami, kita ibaratkan seperti tempat tinggal:

Self hosted itu ibarat rumah pribadi. Rumah yang sepenuhnya milik anda sendiri, di tanah sendiri, dan bukan milik orang lain.

Sedangkan hosted itu seperti apartemen. Tanahnya bukan milik anda, anda hanya punya sebuah unit di sebuah apartemen tersebut. Apartemennya milik orang lain.

Perbandingan hosted dan self hosted

(Blogger.com juga termasuk hosted)

Sudah dapat gambarannya?

Intinya, WordPress.org self hosted ini 100% milik anda.

Sekarang, mari kita bandingkan ketiganya dari berbagai aspek.

Popularitas

WordPress (hosted dan self-hosted) saat ini berada di peringkat pertama sebagai CMS yang paling populer dengan persentase pasar sebesar 39% daripada total pengguna CMS lain.

Sedangkan Blogger ada di peringkat 4 dengan persentase pasar 1%.

Peringkat popularitas CMS

Tabel di atas diambil dari sini.

Kemudahan untuk dibuat

WordPress.com dan Blogger setara. Keduanya merupakan yang paling mudah dibuat karena anda hanya perlu mendaftarkan akun di websitenya masing-masing.

Mendaftar di WordPress

Sedangkan WordPress.org sedikit lebih sulit.

Untuk membuat situs berbasis WordPress.org, anda harus menyewa hosting dan domain kemudian melakukan instalasi.

Tahapannya dijelaskan dalam bab selanjutnya.

Biaya pembuatan dan pengembangan

Lagi-lagi di sini WordPress.com dan Blogger setara.

Anda tidak perlu biaya sama sekali untuk membuat akun di keduanya. Meskipun ada batasan storage, nantinya anda bisa membayar bulanan untuk meningkatkan kapasitas.

WordPress.com dibatasi 3 GB, $99/tahun untuk upgrade menjadi 13 GB.

Sedangkan di Blogger gratis 15 GB (untuk foto tidak terbatas). Ini daftar paket harga untuk menambah kapasitasnya, mulai dari $4/bulan.

Paket harga storage Google

Anda juga tidak butuh membeli domain kalau anda rela alamat website anda jadi seperti ini: websiteanda.blogspot.com atau websiteanda.wordpress.com.

Supaya jadi websiteanda.com, biayanya Rp 100.000 per tahun.

Untuk WordPress.org, anda butuh biaya hosting dan domain.

Biayanya hosting dan domain sekitar Rp 350.000 – 400.000 per tahun. Kapasitas hosting untuk harga ini rata-rata 1-10 GB (tergantung layanan hosting mana)

Kesimpulannya:

WordPress.org butuh biaya awal, WordPress.com dan Blogger tidak butuh. Tetapi dalam perkembangannya nanti, WordPress.org jadi lebih murah.

Kemudahan untuk digunakan

Sebetulnya ketiganya setara.

Untuk mempelajari dasar-dasarnya, sampai anda bisa menulis dan menerbitkan tulisan, ketiga pilihan ini sama mudahnya.

Tapi di sini ada beberapa pertimbangan lagi:

WordPress.com dan .org lebih mudah untuk dikelola dan punya tampilan dasbor yang lebih ramah. Blogger sedikit lebih membingungkan terutama ketika anda ingin mencari suatu menu di dasbornya.

Meskipun begitu, bedanya tidak seberapa.

Setelah menggunakan selama 1-2 hari, anda akan terbiasa.

Ini tampilan dashboard Blogger:

Dashboard Blogger

Dan ini tampilan dashboard WordPress:

Dashboard WordPress

Tampilan

Ada 2 hal yang ingin saya bahas dalam bagian ini.

Pertama, kalau kita lihat tampilan dasarnya tanpa mengubah apapun di dalamnya. WordPress (.com dan .org) unggul dibandingkan Blogger.

Ini karena tampilan dasar Blogger seperti sudah ketinggalan jaman.

Kedua, secara fleksibilitas tampilan.

Yang paling fleksibel adalah WordPress.org.

Ada ribuan template gratis dan berbayar yang bisa anda gunakan. Kalau anda masih tidak puas, bisa juga ubah sendiri sampai sesuai selera.

Di peringkat kedua adalah Blogger.

Meskipun pilihan template di Blogger tidak banyak, tapi tampilannya bisa anda ubah sendiri sesuai selera kalau anda mengerti HTML dan CSS.

Sedangkan WordPress.com paling tidak fleksibel. Hanya ada sedikit pilihan template dan tidak bisa diubah-ubah lagi.

Peringkat untuk fleksibilitas tampilan:

  1. WordPress.org
  2. Blogger
  3. WordPress.com

Fitur

Kalau kita lihat fitur dasar sebagai CMS, ketiganya setara. Sama-sama bisa membuat post dan page, memasukkan gambar, video, dan multimedia lain.

Tapi blogger punya kelemahan:

1 halaman dibatasi hanya bisa berukuran 1 MB. Jadi anda tidak akan bisa membuat 1 halaman yang berisi banyak gambar.

Kalau kita lihat secara fleksibilitas, WordPress.org unggul.

Di WordPress.org self hosted, anda bisa menambahkan fitur-fitur ekstra dengan bantuan plugin. Ada ratusan ribu plugin yang bisa anda manfaatkan secara gratis.

Karena sifatnya open source, kita juga bisa modifikasi semua fiturnya.

Peringkat untuk fleksibilitas fitur:

  1. WordPress.org
  2. Blogger
  3. WordPress.com

Monetisasi dengan iklan

Karena banyak orang yang ingin membuat blog untuk mendapatkan uang dengan menggunakan iklan (misalnya AdSense dari Google), maka ini perlu saya bahas.

Ini hal utama yang perlu anda ketahui:

WordPress.com hosted tidak mengijinkan memasang Google AdSense.

Jadi anda tidak bisa mendapatkan penghasilan dari iklan kalau anda menggunakan WordPress.com. Tapi anda tetap bisa mendapatkan penghasilan dengan cara lain misalnya berjualan produk.

Selengkapnya seperti ini untuk WordPress.com:

  1. Iklan dari advertising network (AdSense dan sejenisnya) tidak diijinkan
  2. Tapi anda diijinkan menyediakan slot iklan secara manual
  3. Sponsored post juga diperbolehkan
  4. Kalau website anda sudah cukup populer, anda bisa memasang WordAds (sejenis AdSense, milik WordPress)
  5. Kalau anda menggunakan WordPress VIP, iklan diperbolehkan

Sedangkan di Wordpress.org tidak ada masalah karena tidak ada yang mengatur, anda bisa menggunakan AdSense atau advertising network manapun.

Untuk Blogger, karena milik Google sendiri jadi pasti bisa.

Kepemilikan dan kontrol

Karena sifatnya hosted, WordPress.com dan Blogger punya permasalahan yang besar:

Websitenya bukan 100% milik anda.

Ada banyak keterbatasan di dalamnya, termasuk yang sudah disebutkan tadi. Seperti tidak bisa mengganti template dan menambah plugin.

Selain itu, ada 1 hal yang lebih penting lagi…

…website anda bisa dihapus sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Meskipun jarang dan tidak mungkin tanpa sebab, tapi WordPress.com dan Blogger punya hak untuk menghapus website anda.

Kalau sudah dihapus, website yang anda buat lenyap.

Tidak bisa dikembalikan lagi. Bahkan konten-konten yang sudah anda buat tidak bisa diambil kembali.

Mitos-mitos yang sering beredar

Karena banyaknya orang yang mempertimbangkan dalam memilih Blogger atau WordPress, seringkali ada informasi yang salah di luar sana.

Ini yang harus anda perhatikan…

Berikut beberapa pernyataan yang salah tapi sering disebutkan:

Mitos 1: WordPress.org hanya untuk orang yang sudah berpengalaman

WordPress.org self hosted memang butuh sedikit upaya dalam proses instalasinya.

Tapi sama sekali tidak sulit.

Bahkan kalau anda tanya orang yang sudah pernah mencoba kedua platform ini, Blogger dan WordPress, mereka pasti bilang WordPress lebih mudah digunakan.

Biasanya orang-orang suka bilang WordPress rumit karena ada script, database, kode-kode PHP, dsb.

Padahal yang seperti itu tidak perlu anda sentuh sedikit pun.

Mitos 2: Blogger lebih aman daripada WordPress

Sekilas memang sepertinya masuk akal…

…mengingat karena blogger itu miliknya perusahaan sebesar Google, sedangkan WordPress itu kita bangun sendiri.

Tapi kenyataannya tidak juga.

Software WordPress selalu diupdate secara rutin agar celah keamanannya tertutup rapat.

Keduanya setara.

Asalkan anda tidak menginstall plugin atau template bajakan yang berpotensi terinfeksi virus.

Lagipula kalau website anda masih baru, tidak akan ada orang yang akan iseng-iseng melakukan hacking ke website anda.

Mitos 3: WordPress sering down atau tidak bisa diakses

Ini hanya kalau anda memilih hosting yang tidak jelas.

Kalau anda membeli hosting yang umum digunakan oleh orang-orang, tidak akan ada masalah.

Mitos 4: WordPress.org sering rusak/error

Hanya kalau anda iseng mengutak-atik kode-kode di dalamnya.

Alasan kenapa WordPress.com dan Blogger tidak bisa rusak karena anda tidak bisa mengubah kodenya (selain HTML dan CSS).

WordPress.org juga tidak akan bisa rusak kalau anda tidak mengutak-atik hal yang tidak anda ketahui fungsinya.

Mitos 5: Hanya pengguna WordPress.org yang bisa sukses

Tidak benar.

Secara fitur, tampilan, dan fleksibilitas, WordPress.org memang lebih unggul dibandingkan yang lain.

Tapi website berbasis WordPress.org tidak punya hak khusus dibandingkan Blogger dalam hal pembuatan konten dan pemasarannya (selain branding).

Yang penting adalah isinya dan cara kita menyajikan isinya.

Blogger dan WordPress.com juga bisa jadi sukses.

Meskipun fiturnya terbatas, tapi kalau anda bisa membuat konten yang berkualitas, maka website anda pasti bisa sukses.

Itulah beberapa perbandingan CMS yang populer.

Tulisan saya di atas mungkin sepertinya cenderung memilih WordPress.org daripada pilihan lain, tapi semuanya saya tulis secara obyektif.

  • ‹ Sebelumnya
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • Selanjutnya ›

Search

Panduan Pilihan

Artikel Terpopuler

  • 14 Teknik Membangun Backlink Berkualitas untuk Meningkatkan Rangking dan Mendapatkan Traffic
  • 5 Tahap untuk Bisa Masuk ke Halaman Pertama di Google dengan Keyword Apapun [Studi Kasus]
  • 9 Tahap Menulis Artikel yang Baik untuk Website agar Mendapatkan Peringkat 1 di Google
  • Bagaimana Mendapatkan Penghasilan dari Blog Hingga Ratusan Juta Bahkan Milyaran per Bulan
  • 25 Blogger Terbaik di Indonesia Berbagi Lebih dari 81 Tips Membuat Blog yang Sukses

Dibuat dengan Panduan IM © 2026. Hubungi saya