PanduanIM

  • Blog
  • Panduan
  • Kontak
  • Daftar

Belajar WordPress: Langkah-Langkah Membuat Website dengan WordPress untuk Pemula

oleh Darmawan Follow Like

Bagi orang-orang yang ingin belajar cara membuat website, WordPress adalah pilihan terbaik.

Hampir tidak ada pemilik website yang tidak kenal WordPress.

Alasannya karena gratis, fiturnya tidak terbatas, dan proses belajarnya sangat mudah. Bahkan kalau anda belum pernah memegang komputer sebelumnya pun anda akan bisa membuat website dalam 5 menit.

Itulah baru sejengkal kehebatan WordPress.

Dalam seri panduan ini anda akan belajar dasar-dasar WordPress, mulai dari instalasi sampai menguasai fitur-fiturnya.

Dalam 30 menit ke depan, anda juga akan bisa membuat sebuah website berbasis WordPress.

Apa itu WordPress?

WordPress adalah sebuah Content Management System (CMS) yang bersifat open source. Dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti, WordPress merupakan sebuah software yang akan memudahkan anda untuk membuat website dan mengelola konten secara online.

Saat ini, WordPress merupakan CMS terpopuler di dunia.

Anda sendiri pun secara sadar atau tidak sadar pasti sudah pernah berkunjung ke website berbasis WordPress. Wajar, karena lebih dari 25% website di internet dibuat dengan WordPress.

Bahkan website-website terbesar di dunia pun menggunakan WordPress.

Ini beberapa di antaranya:

Website pengguna WordPress

Selengkapnya ada di halaman ini.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Bahasa Indonesia menempati posisi ketiga sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di WordPress dengan persentase 2,4%. Hanya kalah dari Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol yang memang digunakan oleh banyak negara.

Ini artinya ada sangat banyak website berbasis WordPress di Indonesia.

Mengapa WordPress bisa sedemikian populernya?

Alasan utamanya yaitu karena proses pembuatannya sangat mudah, seperti yang sudah saya nyatakan tadi. Bahkan orang yang baru kenal komputer pun bisa membuat website dalam 5 menit dengan WordPress.

Selain itu, juga karena gratis.

Tapi bukan hanya itu, inilah alasan utama kenapa website-website besar menggunakan WordPress:

  1. Dengan WordPress, kita tidak perlu membangun website dari nol sehingga banyak waktu dan tenaga yang bisa dihemat
  2. WordPress bisa dimodifikasi secara bebas dan tanpa batas sesuai kebutuhan si pemilik website, baik secara tampilan maupun fitur
  3. Banyak theme dan plugin yang tersedia sehingga anda bisa mengubah tampilan dan dan menambahkan fitur meskipun tidak paham sedikit pun tentang programming
  4. Proses belajarnya sangat mudah
  5. WordPress terus dikembangkan dan diperbaharui oleh jutaan programmer di dunia
  6. WordPress punya komunitas pengguna terbesar. Kalau anda mengalami kesulitan, jawabannya bisa ditemukan dengan mudah di internet

Dengan alasan-alasan tersebut, sejak 2003 sampai sekarang WordPress tetap menjadi CMS yang paling populer.

Pada awalnya, WordPress hanya digunakan untuk membuat blog…

…tapi sekarang WordPress juga sering digunakan sebagai website dengan fungsi lain, misalnya situs komunitas, jual beli, direktori, portfolio, profil perusahaan, dan lain-lain.

Itulah sekilas tentang WordPress.

Tanpa panjang lebar lagi, mari kita mulai ke bab pertama panduan ini.

Mempersiapkan Sistem untuk Mengirimkan Lead Magnet Secara Otomatis

oleh Darmawan Follow Like

Saya sering lihat orang yang membuat ebook, lalu dipromosikan di Facebook. Tapi dikirimkannya manual lewat email satu per satu.

Seperti ini:

Lead Magnet manual

Ada 350 komentar orang yang menulis komentar di post tersebut karena mereka ingin mendapatkan ebook tersebut.

Apa nggak pegel tuh yang ngirim?

Di PanduanIM sendiri setiap harinya ada 100 orang yang mendaftar. Kalau semuanya dikirimkan secara manual satu per satu, waktu saya sehari penuh akan habis untuk ini.

Oleh karena itulah kita butuh sistem yang bisa mengirimkan lead magnet secara otomatis.

Ada 4 cara yang dijelaskan di sini, yang gratis dan berbayar.

Masing-masing pilihan punya kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Pilih yang sesuai kebutuhan anda.

Mari kita lihat keempat alternatifnya dulu sebelum dibahas caranya:

Alternatif 1: LeadPages

LeadPages logo

Selama ini, LeadPages selalu menjadi yang terdepan dalam urusan pengiriman lead magnet. Mereka yang pertama kali punya fitur ini.

Kalau anda ingin yang paling lengkap, LeadPages pilihannya.

Selain untuk membuat optin form, anda juga bisa membuat Landing Page. Ada banyak pilihan desain yang disediakan, mulai dari yang gratis sampai berbayar.

Ini kelebihan dari LeadPages:

  • Sangat mudah digunakan
  • Bisa digunakan di website manapun
  • Bisa juga untuk membuat landing page, anda harus punya website sendiri
  • Punya fitur A/B test
  • Punya fitur tracking dan analytics yang sangat lengkap
  • Lead magnet dikirimkan secara otomatis lewat email

Ini kekurangan dari LeadPages:

  • Lebih mahal daripada pilihan lainnya
  • Desain landing page dan optin form tidak terlalu fleksibel, meskipun pilihannya ada banyak
  • Banyak fitur yang mungkin tidak anda butuhkan
  • Butuh biaya tambahan untuk email service (seperti MailChimp atau Aweber)

Alternatif 2: ThriveLeads

ThriveLeads Logo

ThriveLeads merupakan plugin WordPress. Jadi anda butuh WordPress self-hosted untuk bisa menggunakan ThriveLeads.

Keunggulan utama dari ThriveLeads adalah desainnya yang sangat fleksibel.

Anda bisa mengubah tampilannya sesuai keinginan anda.

Warna, susunan, font, dan ukuran. Semuanya.

Selain ThriveLeads, mereka juga punya plugin bernama Thrive Content Builder yang bisa digunakan untuk membuat landing page.

Ini kelebihan dari ThriveLeads:

  • Desain sangat fleksibel
  • Punya banyak jenis optin form
  • Punya fitur A/B test
  • Punya fitur analytics yang cukup lengkap
  • Bisa mengirimkan lead magnet secara otomatis, tapi butuh email service provider tambahan untuk menggunakan fitur ini
  • Hanya perlu bayar sekali seumur hidup

Ini kekurangan dari ThriveLeads:

  • Hanya bisa digunakan di WordPress
  • Kalau anda punya banyak website, semua data terpisah di masing-masing website
  • Sedikit lebih rumit kalau anda punya banyak lead magnet
  • Butuh biaya tambahan untuk email service (seperti MailChimp atau Aweber)
  • Tidak (belum) bisa digunakan untuk melakukan segmentasi, kecuali kalau anda menggunakan email service seperti ConvertKit atau ActiveCampaign

Alternatif 3: ConvertKit

Logo ConvertKit

ConvertKit sedikit berbeda dari 2 pilihan di atas.

ThriveLeads dan LeadPages, keduanya adalah software untuk membuat optin form dan mengirimkan lead magnet.

Sedangkan untuk mengelola email list dari orang-orang yang mendaftar, anda butuh email service seperti MailChimp, Aweber, atau GetResponse.

Di ConvertKit, kita tidak butuh email service lain…

…karena ConvertKit sendiri sebetulnya adalah email service. Sama seperti MailChimp dkk. dengan fitur yang lebih lengkap.

Selain itu, di ConvertKit anda juga bisa membuat landing page.

Artinya, dengan ConvertKit anda hanya membayar 1 tool untuk 3 fungsi. Bahkan lebih.

Ini kelebihan ConvertKit:

  • Bisa langsung membuat landing page, tidak butuh website
  • Tidak butuh email service tambahan seperti MailChimp atau Aweber karena sudah termasuk di dalamnya
  • Lead magnet dikirimkan secara otomatis lewat email
  • Punya fitur otomatisasi yang lebih canggih daripada email service lain
  • Relatif murah dibadingkan fitur-fitur yang diberikan

Ini kekurangannya:

  • Belum banyak pilihan desain landing page dan optin form (tetapi bisa diintegrasikan dengan ThriveLeads)
  • Belum bisa digunakan untuk mendapatkan informasi selain nama dan email (misalnya no. Telepon)
  • ConvertKit masih tergolong baru, integrasinya belum terlalu banyak kalau dibandingkan dengan email service lain

Saya pribadi di PanduanIM menggunakan ConvertKit untuk mengirimkan lead magnet, dan ThriveLeads untuk mendesain optin formnya.

Klik di sini untuk menuju ConvertKit

Alternatif 4: MailChimp + SumoMe

sumome-site-logo

Kalau anda betul-betul sama sekali tidak ingin keluar biaya sepeser pun selain untuk website, ini solusinya.

Kedua tool ini punya versi gratis.

MailChimp dan SumoMe sebetulnya tidak bisa digunakan untuk mengirimkan lead magnet, kita hanya bisa membawa para pendaftar ke halaman tertentu.

Di halaman tersebut lah lead magnetnya disimpan.

Ini kelebihan MailChimp + SumoMe:

  • SumoMe punya versi gratis
  • MailChimp gratis sampai 2000 subscriber pertama

Ini kekurangannya:

  • Pengaturan awal lebih repot
  • Lead magnet tidak bisa dikirimkan secara otomatis, harus dikumpulkan di dalam satu halaman
  • SumoMe versi gratis fiturnya sangat terbatas, sedangkan versi premiumnya mahal
  • MailChimp versi gratis tidak bisa mengirimkan email secara otomatis
  • Tidak bisa melakukan segmentasi

Klik di sini untuk menuju MailChimp

Klik di sini untuk menuju SumoMe

Itulah kelebihan dan kekurangan keempat alternatifnya.

Di dalam panduan ini, saya akan menjelaskan cara menggunakan 2 di antaranya…

LeadPages tidak saya jelaskan, karena saya sudah berhenti berlangganan dan pindah ke ConvertKit (tidak ada screenshotnya). Lagipula penggunaan LeadPages tidak sulit.

ThriveLeads juga tidak dijelaskan karena mirip dengan SumoMe.

Menggunakan ConvertKit untuk membuat optin form dan mengirimkan lead magnet

Langkah 1: Daftar di ConvertKit

Paket harga termurah dari ConvertKit adalah $29 untuk 0-1000 subscriber.

Sedikit lebih mahal dari email service populer seperti GetResponse dan MailChimp tapi sebetulnya biaya totalnya dibanding yang lain justru jadi lebih murah.

Klik di sini untuk menuju ConvertKit.

Langkah 2a: Buat form baru di ConvertKit

Di ConvertKit, kita bisa membuat banyak form.

Misalnya anda bisa membuat satu form untuk setiap lead magnet. Jadi kalau anda buat 5 lead magnet, kita buat 5 form.

Ini supaya pengunjung yang mendaftar di form A akan dikirimkan lead magnet A.

Supaya tidak campur-aduk.

Caranya, masuk ke menu Form. Klik tombol “+ Create Form”.

Buat form baru di ConvertKit

Anda akan diberikan 2 pilihan, membuat landing page atau form. Untuk sekarang pilih form dulu, landing page akan dijelaskan dalam langkah 3b.

Setelah itu pilih template desainnya.

Di halaman ini anda bisa mengubah warna dan tulisan-tulisan standar yang ada di formnya. Supaya sesuai dengan selera anda.

Mengubah tampilan form

Klik Save.

Klik tombol View untuk melihat hasilnya.

Setelah puas dengan tampilannya, masuk ke menu Settings.

Ubah nama formnya supaya anda tidak bingung kalau punya banyak form. Di halaman ini anda juga bisa memilih kemana pengunjung diarahkan setelah mendaftar.

Pengaturan form di convertkit

Selanjutnya masuk ke menu Incentive Email dari sebelah kiri.

Upload lead magnet

Disinilah anda bisa mengubah apa isi email yang dikirimkan kepada pendaftar dan mengupload lead magnet anda.

Setelah selesai, klik Save.

Langkah 2b: Buat landing page di ConvertKit

Ini kalau anda tidak punya website, maka anda harus membuat landing page. Di landing page inilah para pengunjung bisa mendaftar.

Lokasinya sama seperti Form…

…bedanya, kali ini di awal kita pilih Landing Page, bukan Form.

Membuat landing page di ConvertKit

Lalu pilih desain yang paling anda sukai.

Setelah itu anda bisa mengubah warna dan tulisan-tulisan di dalamnya supaya sesuai dengan selera anda.

Contoh landing page Convertkit

Kalau sudah selesai, klik Save.

Kemudian masuk ke menu Settings.

Dari sini prosesnya sama seperti form di langkah 2a.

Setelah selesai, klik View dari menu di bagian atas. Inilah landing page tempatnya para pengunjung anda mendaftar.

Langkah 3: Pasang form ke website anda

Tahap ini khusus kalau anda menggunakan form. Kalau anda menggunakan landing page, tahapannya sudah selesai.

Kita kembali ke menu Settings tadi.

Kemudian masuk ke menu Style.

Di bagian “Show this form as”, ada 3 pilihan:

  1. Inline: formnya akan muncul langsung di halaman anda
  2. Modal: halaman website anda digelapkan dan form anda muncul sebagai popup
  3. Slide-in: formnya akan muncul dari sebelah kanan bawah website

Pilih yang manapun sesuai kebutuhan anda. Setelah itu Save.

Sekarang kita masuk ke menu Embed.

Di sini anda akan melihat ada satu baris JavaScript, copy script ini.

Copy kode javascript ke website

Langkah terakhir, masuk ke website anda. Kemudian buka halaman dimana anda ingin menampilkan form tersebut.

Misalnya di gambar ini saya ingin menampilkan di dalam artikel di WordPress:

Paste kode javascript ke website

Klik Text sewaktu mengedit, kemudian paste script tadi di posisi yang anda inginkan.

(Kalau anda menggunakan Modal atau Slide-in, posisinya tidak berpengaruh)

Selesai!

Sekarang setiap kali pengunjung memasukkan emailnya, mereka akan secara otomatis mendapatkan lead magnet anda dan mereka akan terdaftar sebagai list anda.

Menggunakan MailChimp + SumoMe

Langkah 1: Daftar akun di MailChimp dan buat list baru

Pendaftaran di MailChimp gratis. Kalau anda belum punya akun, silahkan buat dulu.

Klik di sini untuk menuju MailChimp.

Kemudian buat list baru. Caranya, masuk ke menu List, dan klik tombol Create List:

Membuat list baru di MailChimp

Langkah 2: Instalasi dan daftar akun SumoMe

Silahkan menuju SumoMe lalu masukkan alamat website anda. Lanjutkan dengan memasukkan alamat email dan password.

Setelah itu anda akan dibawa ke halaman ini:.

Cara mendaftar di SumoMe

Di halaman ini ada panduan instalasi untuk WordPress, Blogger, Tumblr, dan platform website lainnya.

Kalau anda tidak menggunakan CMS, copy kode JavaScript yang diberikan. Setelah itu paste di bagian heading HTML anda.

Hampir selesai.

Setelah itu, anda akan melihat kotak biru seperti ini di pojok kanan atas website anda:

Tombol login SumoMe

Klik, lalu buka Sumo Store.

Install aplikasi bernama List Builder.

Langah 3: Mengintegrasikan SumoMe dengan MailChimp

Buka List Builder yang baru anda install tadi.

Pengaturan list builder

Di menu sebelah kiri, klik Services. Kemudian klik logo MailChimp (paling atas). Akan muncul jendela popup.

Integrasi SumoMe dan MailChimp

Ikuti instruksinya sampai jendela ini tertutup otomatis.

Langkah 4: Mempersiapkan halaman konfirmasi dan halaman lead magnet

Buat 2 halaman ini di website anda:

Pertama, halaman konfirmasi: pengunjung akan dibawa ke halaman ini setelah mereka mendaftarkan emailnya. Tulis instruksi yang meminta mereka membuka email dan klik tombol konfirmasi dari MailChimp.

Ini contoh halaman konfirmasi:

Contoh halaman konfirmasi

Kedua, halaman terima kasih: setelah menekan tombol konfirmasi, mereka akan dibawa menuju halaman ini. Upload lead magnet anda kemudian taruh link-nya di halaman ini. Jangan lupa ucapkan terima kasih.

Ini contohnya di PanduanIM:

Halaman terima kasih di PanduanIM

Langkah 5: Pengaturan List Builder SumoMe

Buka lagi aplikasi List Builder anda dengan cara yang sama seperti di atas. Kemudian pilih menu Design di sebelah kiri.

Ubah tulisan dan warnanya sesuai selera anda. Kemudian save.

Mendesain popup

Selanjutnya, klik menu Behavior di sebelah kiri.

Atur Mode dan Frequency sesuai keinginan anda. Saya biasanya menggunakan Manual, display after 60 seconds, dan frequency 4 days.

Setelah itu ganti Success Redirect URLnya menjadi link ke halaman konfirmasi anda.

Pengaturan behavior SumoMe

Langkah 6: Pengaturan terakhir MailChimp

Satu langkah lagi…

Buka MailChimp, masuk ke menu List dan klik nama list yang baru anda buat tadi.

Kemudian masuk ke menu Signup Forms.

Pilih General Forms:

Masuk ke general forms

Selanjutnya ikuti gambar ini:

Mengatur halaman terima kasih di MailChimp

Tanda panah kedua adalah halaman yang berisi lead magnet anda.

Selesai.

Sekarang setiap kali ada yang mendaftar, mereka akan dikirimkan link konfirmasi dan dibawa ke halaman lead magnet anda.

Setelah menerapkan salah satu alternatif di atas, lead magnet anda siap dipromosikan.

10 Tips Praktis Supaya Lead Magnet yang Anda Buat Jadi Semakin Efektif

oleh Darmawan Follow Like

Supaya lead magnet yang sudah anda buat dari bab sebelumnya makin sip, berikut ini ada 10 tips yang bisa anda ikuti mulai dari pembuatan, penerapan, sampai promosinya.

Tips 1: Buat lead magnet yang spesifik terhadap konten

Di bab pendahuluan, saya memperlihatkan beberapa screenshot yang berisi angka conversion rate dari 3 jenis optin form.

Lead magnet mendapatkan angka tertinggi, lebih dari 10%:

Konversi lead magnet

Alasannya karena kita memberikan sesuatu kepada mereka, jadi mereka juga memberikan sesuatu kepada kita.

Tapi bukan hanya itu…

…ada 1 alasan lagi.

Karena lead magnet yang saya buat spesifik terhadap konten yang ada di halaman tersebut.

Misalnya lead magnet tentang buyer persona ini:

Lead magnet buyer persona

Isinya berhubungan dengan apa yang sedang dijelaskan di dalam konten tersebut. Para pembaca merasa bahwa mereka butuh isinya.

Karena itulah konversinya tinggi.

Tips 2: Buat lebih dari satu lead magnet

Menyambung tips pertama, kalau anda punya banyak konten yang topiknya berbeda, tentunya anda juga akan butuh banyak lead magnet.

Ini tidak wajib, tapi efektivitasnya akan jadi lebih besar.

Tapi lead magnet ini tidak perlu yang proses pembuatannya memakan banyak waktu seperti ebook. Checklist saja sudah cukup.

Lebih bagus lagi kalau kita punya 2 jenis:

  1. Lead magnet yang sifatnya umum dan nilainya tinggi, misalnya ebook. Tampilkan di seluruh halaman website
  2. Lead magnet lainnya yang spesifik terhadap konten. Tampilkan sebagai bonus ketika pengunjung membaca konten tersebut

Tips 3: Lakukan segmentasi email list

Di bab 3 kita sudah baca sekilas tentang buyer’s journey.

Masih ingat?

Dalam setiap proses jual-beli, terutama untuk produk yang bukan kebutuhan sehari-hari, pasti melewati 3 tahapan (Awareness, Consideration, Decision).

Supaya upaya marketing kita efektif, orang-orang yang berada di masing-masing tahapan tersebut harus kita bedakan.

Orang-orang yang masih dalam tahap awareness, misalnya, tidak akan suka kalau belum apa-apa sudah kita minta untuk membeli. Karena mereka masih “belajar”.

Itu tujuan dari segmentasi.

Proses segmentasi ini akan jadi jauh lebih mudah kalau anda punya lead magnet yang spesifik terhadap isi dari halaman tertentu di website anda.

Segmentasi list dengan konten

Di bab terakhir akan kita bahas.

Tips 4: Jelaskan manfaat apa yang akan mereka dapatkan

Misalnya ada lead magnet yang judulnya seperti ini:

Download template business model canvas, gratis!

Kalau anda orang yang sering baca-baca informasi seputar bisnis mungkin pernah dengar istilah business model canvas, jadi anda paham apa yang akan anda dapatkan.

Tapi bayangkan orang yang awam.

Mereka tidak tahu sama sekali istilah-istilah seperti ini. Mereka tidak tahu fungsinya apa, manfaatnya apa.

Lebih dari 50% orang yang mengunjungi website anda adalah orang yang awam.

Akibatnya, lead magnet anda tidak akan jadi efektif.

Maka dari itu, jelaskan secara singkat apa yang akan mereka dapatkan dan apa manfaatnya untuk mereka.

Tips 5: Pelajari copywriting

Pembuatan landing page, optin form, dan keseluruhan proses email/direct marketing itu sangat bergantung dengan skill copywriting.

Tips nomor 4 di atas tadi salah satu contohnya.

Pelajari dasar-dasar copywriting (klik gambar di bawah).

Buku Copywriting

Tips 6: Lakukan A/B test

A/B test itu pengujian yang dilakukan terhadap 2 (atau lebih) elemen dalam kondisi yang sama.

Dalam hal ini, yang diuji adalah lead magnet dan optin formnya. Tulisannya, isinya, atau desainnya.

Supaya bisa mendapatkan konversi yang maksimal.

Ada beberapa tool yang sudah langsung punya fitur A/B test, kita lihat nanti di bab selanjutnya.

Tips 7: Manfaatkan social media untuk mendapatkan banyak peminat

Orang-orang di social media dan forum online biasanya suka kalau diberikan gratisan.

Apalagi yang bermanfaat bagi mereka.

Promosikan lead magnet anda ke komunitas-komunitas di social media dan forum supaya bisa langsung mendapatkan banyak subscriber.

Tips 8: Coba lead magnet yang tidak gratis?

Ini bertentangan dengan apa yang saya ajarkan sejak bab 1. Tapi tidak ada salahnya bereksperimen.

Pertimbangannya begini:

Ada banyak orang yang sebetulnya tidak akan tertarik untuk membeli produk atau layanan dari anda. Mereka cuma ingin gratisan.

Kalau orang-orang ini masuk ke list anda, artinya anda buang-buang uang.

Maka dari itu, coba membuat lead magnet yang tidak gratis, tapi harganya sangat murah.

Misalnya ebook seharga Rp 20.000-50.000.

Akan lebih sedikit orang yang tertarik, tapi list anda akan jadi lebih berkualitas karena diisi oleh orang yang benar-benar berminat dan rela mengeluarkan uang.

Tips 9: JANGAN memberikan janji palsu

Ini sering terjadi, terutama di bidang bisnis dan marketing.

Misalnya orang-orang yang membuat ebook atau lead magnet lain yang katanya bisa membuat mereka mendapatkan ratusan juta atau milyaran, bahkan sambil tiduran.

Secara logika kita tahu ini mustahil…

…tapi banyak juga orang yang tertarik.

Kalau anda buat janji palsu seperti itu, saya yakin pasti banyak yang akan tertarik dan mendaftar.

Tapi setelah mereka tahu bahwa isinya omong kosong, mereka akan jadi benci dengan anda.

Hal-hal seperti ini justru akan merusak reputasi.

Tips 10: Rencanakan langkah selanjutnya setelah mereka mendaftar

Selalu kirimkan sesuatu minimal sebulan sekali ke email list. Kalau tidak, mereka akan lupa dengan anda.

Ini beberapa contoh yang bisa anda kirimkan:

  1. Ucapan selamat datang
  2. Ajakan untuk berdiskusi
  3. Konten yang bermanfaat bagi mereka
  4. Promosi

Setelah membuat lead magnet, langsung persiapkan konten dan email yang akan anda kirimkan kepada pada subscriber.

Itulah 10 tips untuk menerapkan lead magnet.

Dalam bab selanjutnya kita akan mengintegrasikan lead magnet yang sudah dibuat ke website supaya bisa terkirim secara otomatis.

Membuat Lead Magnet Berjenis eBook (dan File PDF Lain) yang Desainnya Indah dan Isinya Berkualitas

oleh Darmawan Follow Like

Ingat kembali materi di awal.

Dari bab sebelumnya, kita sudah bahas ada 16 jenis lead magnet yang paling umum. Semuanya bisa digunakan untuk meningkatkan konversi pendaftaran hingga 1000%.

Tapi tidak semuanya sama…

…ada lead magnet yang efeknya bagus, ada yang tidak. Tergantung dari topik yang dipilih dan jenisnya.

Nah, sekarang kita akan belajar salah satu jenis lead magnet:

Ebook dalam format PDF.

Tapi kenapa saya pilih yang ini?

Karena ebook nilainya lebih tinggi dibandingkan konten biasa, proses pembuatannya juga termasuk yang paling mudah.

Selain itu, dari 16 lead magnet tadi 4 di antaranya dalam format PDF.

Maka, kalau anda sudah bisa membuat ebook, anda juga akan langsung bisa membuat 3 jenis lead magnet lainnya.

Alat dan bahan yang anda butuhkan

Satu alasan lagi kenapa saya memilih ebook yaitu karena semua alat dan bahannya yang sifatnya wajib sudah tersedia gratis.

Kita hanya tinggal membuat isinya saja.

Inilah semua yang harus anda persiapkan:

  1. Microsoft Word (PC), Pages (Mac), Google Docs (Web), atau software pembuat dokumen lainnya. Wajib, karena kita akan menulis di sini.
  2. PowerPoint atau Adobe InDesign. Tidak wajib kalau anda lebih suka di Word. Tapi mendesain ebook yang indah sebetulnya lebih mudah di PowerPoint atau InDesign.
  3. Evernote atau OneNote. Tidak wajib, bisa digunakan untuk membuat kerangka isi ebook dan mencatat hal-hal yang anda rasa penting. Keduanya gratis.
  4. Adobe Acrobat. Tidak wajib, digunakan untuk mengecilkan ukuran PDF.

Kalau anda punya Photoshop dan ahli mendesain, lebih bagus lagi. Tapi tidak wajib.

Untuk panduan ini, saya akan menggunakan Microsoft Word.

Mari kita mulai.

Tahap 1: Membuat kerangka isi ebook

Ebook itu isinya lebih tebal daripada sekedar artikel. Biasanya ribuan kata, bahkan bisa sampai sepuluh ribu kalau topiknya dalam.

Kalau anda belum pernah menulis panjang, bakal bingung.

Bisa jadi urutannya terbalik, bingung setelah ini membahas apa, atau malah setelah hampir selesai anda merasa semuanya perlu ditulis ulang.

Untuk itulah kita butuh kerangka ini.

Tidak sulit…

…bayangkan seperti daftar isi yang biasanya anda lihat di buku.

Isinya berupa topik-topik yang dibahas di dalam ebook anda, beserta subtopiknya untuk masing-masing topik.

Sebagai contoh, ini kerangka yang saya buat:

Kerangka panduan lead magnet

Gambar di atas adalah kerangka isi dari seri panduan yang sedang anda baca sekarang ini.

Tahap 2: Mengatur layout dan tipografi di Microsoft Word

Sewaktu di sekolah sampai kuliah, kita biasanya hanya menggunakan desain standar dari Word.

Sekarang tidak bisa seperti itu.

Kita ingin supaya ebook yang kita buat berbeda dan lebih indah daripada yang lain. Karena itu, ada beberapa yang perlu kita atur di awal.

Beberapa prinsip dasar mengenai tipografi:

  1. Gunakan ukuran font yang lebih besar daripada standarnya, supaya lebih mudah dibaca (18-22pt untuk paragraf biasa)
  2. Jangan gunakan font yang terlalu umum seperti Times New Roman, Verdana, Tahoma, atau Arial
  3. Gunakan maksimal 3 jenis font, untuk judul/subjudul, paragraf, dan keperluan khusus lainnya
  4. Gunakan maksimal 3 warna, untuk judul/subjudul, paragraf (biasanya putih dan/atau hitam), dan hyperlink
  5. Aturan nomor 3 & 4 bisa dilanggar kalau memang diperlukan
  6. Biasakan menggunakan formatting style yang ada di Word, Pages, atau Google Docs

Ini beberapa website yang bermanfaat seputar font:

  • FontSquirrel: mencari font gratis
  • TypeGenius: mencari ide kombinasi font yang bagus
  • ColorHunt: mencari kombinasi warna yang bagus
  • HEX to RGB: supaya kombinasi warna dari ColorHunt bisa digunakan di Microsoft Word

Ini contoh formatting style saya untuk salah satu ebook:

Formatting style di PIM

(Caranya klik kanan di tiap style lalu pilih Modify)

Dengan membuat formatting style seperti ini, anda tidak perlu lagi mengedit satu per satu untuk setiap judul/sub-judul dan paragraf. Tinggal klik di menu.

Setelah itu, ukuran kertas juga bisa anda ganti sesuai kebutuhan.

Repot? Gunakan template

Saya pribadi sebetulnya tidak suka menggunakan template, supaya ebook yang saya buat berbeda dari orang lain.

Tapi kalau anda memang tidak mau repot, ada beberapa template gratis yang bisa anda gunakan.

Template ebook

Ini dia:

  1. 13 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
  2. 5 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
  3. Template ebook dari PanduanIM (Microsoft Word)

Tahap 3: Menulis isi ebook

Ini tahapan utamanya.

Menulis isi ebook biasanya memakan waktu paling lama dibanding tahapan lain, kecuali kalau PDF anda cuma 1-2 lembar.

Kalau ebook anda isinya panjang, permasalahan terbesarnya adalah bagaimana supaya pembaca tidak bosan di tengah jalan.

Ini beberapa tip:

  1. Gunakan subjudul (header 2 & 3) supaya paragraf tidak bertumpuk-tumpuk
  2. Gunakan list untuk menjelaskan lebih dari satu poin, seperti yang sedang anda baca sekarang ini
  3. Hindari paragraf yang terlalu panjang
  4. Gunakan gambar yang bisa membantu penjelasan. Ini wajib. Tulisan panjang tanpa gambar pasti membosankan.

Gunakan kreativitas di sini, lihat beberapa contoh ebook yang menurut anda bagus. Lalu tiru caranya.

Tahap 4: Membuat halaman call to action

Karena ebook ini merupakan bagian dari strategi pemasaran, pasti kita ingin supaya pembaca melakukan sesuatu setelah mereka selesai membaca.

Misalnya membeli produk, mengunjungi website, membaca artikel lain, atau membantu menyebarkan ebook tersebut kepada orang lain.

Untuk itulah kita butuh 1 halaman khusus ini.

Biasanya halaman CTA ini ditaruh di paling akhir. Bisa dipisah sendiri atau digabung bersama ucapan terima kasih, profil penulis, dan penutup.

Tapi bisa juga ditempatkan di awal kalau memang sangat penting.

Ini contoh halaman call to action di ebook milik Unbounce:

CTA ebook unbounce

Tahap 5: Membuat halaman sampul

Tanpa sampul, bukan buku namanya…ya nggak?

Maka dari itu halaman ini wajib ada supaya dokumen anda resmi jadi sebuah buku.

Ada 3 alternatif cara membuat sampul.

Pertama, desain langsung di dalam Microsoft Word. Untuk desain sampul yang sederhana, cara ini lebih mudah.

Kedua, kalau lebih rumit, anda bisa buat desain di Photoshop. Kemudian gambarnya dimasukkan ke Word anda.

Ketiga, bayar orang lain untuk mendesain sampul.

Ini beberapa contoh sampul ebook untuk inspirasi.

Kalau anda butuh gambar atau icon, cari di sini:

  • StockSnap.io
  • Pixabay
  • IconFinder

Setelah tahap ini selesai, anda bisa menyimpan file dokumen anda menjadi PDF. Sewaktu menyimpan ke format PDF, pilih menu ini:

Simpan ke format PDF

Sampai di tahap ini, ebook anda sudah selesai dibuat…

…masih ada 1 tahap lagi:

Tahap 6: Membuat mock-up buku

Tahapan ini tidak wajib, tapi ebook anda akan jadi lebih menarik kalau anda membuat mock-up.

Yang belum tahu apa itu mock-up, seperti ini:

Mockup ebook

Dari desain sampul ebook yang tadi kita buat seolah-olah buku anda seperti nyata.

Untuk membuat yang seperti ini, kita butuh Photoshop.

Kemudian download salah satu template yang anda sukai (klik di gambar):

Mockup Buku 1 Mockup Buku 2 Mockup Buku 3 Mockup Buku 4 Mockup Buku 5 Mockup Buku 6

 

Untuk tutorial mengganti covernya dengan yang sudah anda desain, lihat video ini:

(Bahasa Inggris, tapi tidak sulit dipahami meskipun anda tidak bisa Bahasa Inggris)

  • ‹ Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • Selanjutnya ›

Search

Panduan Pilihan

Artikel Terpopuler

  • 14 Teknik Membangun Backlink Berkualitas untuk Meningkatkan Rangking dan Mendapatkan Traffic
  • 5 Tahap untuk Bisa Masuk ke Halaman Pertama di Google dengan Keyword Apapun [Studi Kasus]
  • 9 Tahap Menulis Artikel yang Baik untuk Website agar Mendapatkan Peringkat 1 di Google
  • Bagaimana Mendapatkan Penghasilan dari Blog Hingga Ratusan Juta Bahkan Milyaran per Bulan
  • 25 Blogger Terbaik di Indonesia Berbagi Lebih dari 81 Tips Membuat Blog yang Sukses

Dibuat dengan Panduan IM © 2026. Hubungi saya